Tutup Tahun, Sumsel Inflasi 0,57 Persen Karena Harga Daging Ayam dan Cabai

Komoditas penyokong inflasi di Sumatera Selatan di antaranya daging ayam dan cabai.

Tasmalinda
Senin, 04 Januari 2021 | 18:30 WIB
Tutup Tahun, Sumsel Inflasi 0,57 Persen Karena Harga Daging Ayam dan Cabai
Pedagang Cabai Pasar Peterongan, Wahyudi. (Suara.com/Dafi Yusuf)

SuaraSumsel.id - Menjelang penutupan tahun 2020 dalam situasi masih pandemi, Sumatera Selatan mengalami inflasi 0,57 persen. Kondisi ini disebabkan beberapa komoditas diantaranya daging ayam dan cabai.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan merilis inflansi Sumatera Selatan dipicu oleh inflasi di dua kota, yakni kota Palembang dan Lubuklinggau.

Di kota Palembang sendiri pada Desember 2020, mengalami inflasi sebesar 0,58 persen yang berdasarkan inflasi tahun kalender kumulatif Januari-Desember 2020, sama dengan inflasi tahunan year on year sebesar 1,50 persen.

Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya inflasi pada bulan Desember 2020, di kota Palembang, yakni cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, angkutan udara, dan cabai rawit.

Baca Juga:Waspada, Ini Bahaya Cabai Dengan Pewarna Bagi Ginjal

"Inflasi Sumsel lebih tinggi dari nasional, ada komoditas yang sama sebagai penyumbang inflasi pada penutupan tahun lalu, yakni daging ayam, telur dan cabai," ujar Kepala BPS Sumatera Selatan, Endang Triwahyuni dalam keterangan pers yang dilakukan virtual, Senin (4/1/22020).

Sementara di kota Lubuklinggau pada Desember 2020, inflasi sebesar 0,39 persen. Inflasi tahun kalender yakni kumulatif Januari-Desember pada tahun 2020, berarti sama dengan inflasi tahunan year on year, sebesar 1,37 persen.

Komoditas penyumbang inflasinya yakni cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, bawang putih, dan angkutan udara. Inflasi Lubuklinggau lebih tinggi dibandingkan Palembang.

Ilustrasi mencuci daging ayam (Shutterstock)
Ilustrasi mencuci daging ayam (Shutterstock)

"Dengan demikian, pada Desember lalu, inflasi Sumatera Selatan 0,57 persen," sambung ia.

Jika berdasarkan komoditas, di kota Palembang mengalami peningkatan harga mencapai 60 persen dengan andil 0,427 persen mempengaruhi inflasi, sedangkan telur ayam mengalami kenaikan harga mencapai 92 persen dengan andil 0,83 persen.

Baca Juga:Heboh Cabai Pakai Pewarna, Ngeri Banget Risikonya Pada Ginjal

Sedangkan harga cabai rawit naik 55, 5 persen dengan andil pengaruh kontribusi inflasi mencapai 0,03 persen.

"Di Lubuklinggau hampir sama. Situasi pandemi dipengaruhi daya beli masyarakat dan pasokan komoditas yang belum normal," ujar Endang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini