- SKK Migas meningkatkan aktivitas eksplorasi migas pada tahun 2026 demi mendukung target swasembada serta ketahanan energi nasional Presiden Prabowo.
- Pospera Sumatera Selatan mendorong pemerintah pusat agar memastikan pemerataan manfaat ekonomi dan akses energi bagi daerah penghasil migas.
- Peningkatan eksplorasi di Sumatera Selatan diharapkan dapat menjaga produksi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penghasil energi tersebut.
SuaraSumsel.id - Meningkatnya aktivitas eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah mencapai target ketahanan energi nasional. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul harapan agar peningkatan produksi energi juga diikuti pemerataan manfaat bagi daerah penghasil.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 SKK Migas dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Selatan untuk menyampaikan apresiasi atas meningkatnya volume eksplorasi migas sekaligus mengingatkan pentingnya keadilan energi bagi masyarakat.
Ketua DPD Pospera Sumsel Muhammad Iqbal menilai, capaian eksplorasi yang terus meningkat merupakan modal penting untuk mendukung target swasembada energi yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mengapresiasi kerja SKK Migas yang terus meningkatkan aktivitas eksplorasi. Namun keberhasilan itu juga harus diikuti dengan pemerataan manfaat energi, khususnya bagi daerah yang selama ini menjadi tulang punggung produksi migas nasional," kata Iqbal, Jumat (17/7/2026).
Sumsel Dinilai Punya Peran Strategis
Menurut Iqbal, Sumatera Selatan selama ini menjadi salah satu wilayah strategis dalam industri hulu migas nasional. Karena itu, keberhasilan eksplorasi di wilayah tersebut bukan hanya berdampak terhadap peningkatan produksi nasional, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan terhadap iklim investasi migas, termasuk melalui kepastian hukum, percepatan perizinan, dan pembangunan infrastruktur pendukung.
"Daerah penghasil energi juga harus merasakan manfaat yang seimbang. Jangan sampai kontribusinya besar, tetapi masyarakatnya masih menghadapi berbagai persoalan akses energi maupun pembangunan," ujarnya.
Peningkatan eksplorasi dinilai penting karena menjadi pintu masuk untuk menemukan cadangan minyak dan gas baru. Langkah ini dibutuhkan agar produksi migas nasional dapat terus terjaga di tengah penurunan alami (natural decline) pada lapangan-lapangan tua.
Baca Juga: SKK Migas Sumbagsel Gandeng Kejati, Mengapa Pendampingan Hukum Penting bagi Industri Hulu Migas?
SKK Migas sendiri pada 2026 menargetkan peningkatan aktivitas pengeboran eksplorasi dan eksploitasi sebagai bagian dari strategi menjaga produksi nasional. Hingga pertengahan tahun, puluhan sumur eksplorasi telah diidentifikasi dan program percepatan terus dilakukan.
Keadilan Energi Jadi Sorotan
Selain mengapresiasi peningkatan eksplorasi, Pospera juga menyoroti pentingnya keadilan energi. Menurut Iqbal, keberhasilan sektor hulu migas seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil.
Ia menilai kebijakan energi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan pemerataan manfaat ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan kemudahan akses energi bagi masyarakat.
Isu tersebut sebelumnya juga pernah disuarakan Pospera Sumsel ketika menyoroti persoalan kuota BBM bersubsidi di Sumatera Selatan yang dinilai belum sebanding dengan kontribusi daerah sebagai salah satu lumbung energi nasional.
Dukung Target Ketahanan Energi Nasional
Berita Terkait
-
SKK Migas Sumbagsel Gandeng Kejati, Mengapa Pendampingan Hukum Penting bagi Industri Hulu Migas?
-
Kolaborasi Perdana di Indonesia, SKK Migas Sumbagsel dan Kejati Perkuat Iklim Investasi Hulu Migas
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
Mengapa Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK di Kasus Audit Muara Enim?
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup