- M Padli menjadi korban penembakan senapan angin oleh kenalannya berinisial B di Palembang, Kamis malam, 9 Juli 2026.
- Korban ditembak di bagian paha kanan saat berusaha menghindari keributan akibat ketersinggungan pelaku terhadap perkataan korban.
- Akibat terkendala biaya operasi, korban melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke Polrestabes Palembang guna proses hukum lebih lanjut.
SuaraSumsel.id - Niat M Padli (34) menghindari keributan dengan berpamitan membeli kuota internet justru berakhir petaka. Pria asal Palembang itu diduga dikejar dan ditembak dari belakang menggunakan senapan angin oleh seorang kenalannya.
Peluru mengenai paha kanan Padli. Hingga kini, ia mengaku masih menahan sakit karena belum bisa menjalani operasi akibat terkendala biaya.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kenari Lorong Kemas, Palembang, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelum penembakan terjadi, Padli mengaku tengah duduk dan mengobrol bersama terduga pelaku berinisial B. Namun, suasana berubah setelah B diduga tersinggung dengan perkataan korban.
Menurut Padli, terduga pelaku kemudian mengeluarkan ancaman yang membuatnya ketakutan.
"Dia bilang, 'berani tidak aku tembak kau'. Saat itu saya takut," ujar Padli saat membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang.
Alih-alih meladeni terduga pelaku dan memperpanjang keributan, Padli memilih pergi. Ia berpamitan dengan alasan hendak membeli kuota internet. "Saya bilang, 'Sabar dulu, aku mau beli kuota pulsa,' karena saya tidak mau ribut," katanya.
Namun, upaya menghindari konflik itu tidak berhasil. Saat Padli berjalan menjauh, B diduga mengejarnya dari belakang sambil membawa senapan angin. Tak lama kemudian, terdengar suara letusan.
Padli mengaku terkejut ketika tiba-tiba merasakan sakit pada bagian pahanya. Saat diperiksa, ia baru menyadari telah terkena tembakan. "Saya kaget, tiba-tiba paha saya terasa sakit. Setelah saya lihat ternyata sudah kena tembak," ungkapnya.
Baca Juga: Sumsel Bhayangkara Run 2026 Digelar Minggu, KAI Ingatkan Penumpang Jangan Terlambat ke Stasiun
Menurut pengakuan korban, ancaman tidak berhenti setelah tembakan dilepaskan. B diduga masih mengancam akan menembak kepala Padli apabila korban tidak segera pergi dari hadapannya.
"'Pergilah, nanti ku tembak lagi kepala kau,' katanya kepada saya," ujar Padli menirukan ancaman yang diterimanya.
Dalam kondisi terluka, Padli baru menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya pada keesokan pagi. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Namun, masalah lain muncul. Padli mengaku belum bisa menjalani operasi untuk menangani luka tembaknya karena terkendala biaya.
Ia juga mengaku telah meminta pertanggungjawaban dari terduga pelaku, tetapi tidak mendapat respons yang diharapkan. Kondisi itulah yang akhirnya mendorongnya mendatangi polisi dan membuat laporan.
Dengan luka di paha kanannya, Padli berharap terduga pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia mengaku masih menahan sakit sembari menunggu memiliki cukup uang untuk menjalani operasi. "Saya minta pertanggungjawaban pelaku, tapi dia tidak terima dan tidak mau. Jadi sakit ini masih saya tahan. Nanti kalau uangnya sudah terkumpul baru bisa operasi," kata Padli.
Berita Terkait
-
Sumsel Bhayangkara Run 2026 Digelar Minggu, KAI Ingatkan Penumpang Jangan Terlambat ke Stasiun
-
76,98 Persen Warga Sumsel Terkoneksi, Internet Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi
-
Pulang ke Palembang Usai Liburan, Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Terpeka, 4 Tewas
-
Satu per Satu Dipanggil, 13 Lurah Diperiksa di Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati