- SKK Migas Sumbagsel dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menjalin kerja sama strategis pertama di tingkat kantor perwakilan Indonesia.
- Perjanjian tersebut bertujuan memperkuat kepastian hukum serta memitigasi kendala operasional dalam kegiatan investasi hulu migas di wilayah Sumatera.
- Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi nasional untuk menjamin kelancaran industri energi serta mendukung terciptanya iklim investasi sehat.
SuaraSumsel.id - Upaya menjaga kelancaran investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di Sumatera Selatan memasuki babak baru. SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan resmi menjalin kerja sama strategis yang menjadi yang pertama dilakukan Kantor Perwakilan SKK Migas di Indonesia.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kepastian hukum, tetapi juga menjadi langkah mitigasi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi menghambat operasional hulu migas di wilayah Sumatera Selatan.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto mengatakan, keberhasilan industri hulu migas tidak hanya bergantung pada teknologi maupun investasi.
Menurutnya, sektor strategis nasional tersebut juga membutuhkan dukungan kelembagaan, koordinasi lintas instansi, serta kepastian hukum agar kegiatan operasional berjalan tanpa hambatan.
"PKS ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Kantor Perwakilan SKK Migas di seluruh Indonesia. Ini menjadi semangat positif bagi industri hulu migas, khususnya KKKS yang beroperasi di Sumatera Selatan, untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga kelancaran operasional," ujar Bambang.
Ia menambahkan, keberadaan Kejaksaan sebagai mitra strategis akan memperkuat pengawalan terhadap berbagai kegiatan usaha hulu migas, mulai dari pengelolaan aset negara hingga penyelesaian persoalan hukum yang berpotensi menghambat investasi.
"Dukungan Kejaksaan memiliki peran yang sangat strategis untuk memastikan setiap kegiatan usaha hulu migas berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan aparat penegak hukum dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan koordinasi antara penegak hukum dan pelaku industri menjadi langkah penting agar pembangunan sektor energi dapat berjalan sesuai koridor hukum sekaligus memberikan kepastian bagi investasi.
Baca Juga: Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius
Dengan lahirnya kerja sama pertama di tingkat kantor perwakilan SKK Migas ini, Sumatera Selatan diharapkan menjadi model kolaborasi antara sektor energi dan aparat penegak hukum dalam mendukung iklim investasi yang sehat sekaligus menjaga keberlanjutan operasional hulu migas
Berita Terkait
-
Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Setelah Sita Emas dan Harley, Kejati Sumsel Kini Amankan 5 Pegawai KSOP Palembang
-
Proyek Rp10 Miliar, Fee Rp1 Miliar dan Uang Rp436 Juta: Ini Temuan Kejati dalam Kasus Iwan Tuaji
-
Dicecar Pertanyaan Wartawan, Iwan Tuaji Tetap Bungkam Saat Masuk Ruang Pemeriksaan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus
-
Kolaborasi Perdana di Indonesia, SKK Migas Sumbagsel dan Kejati Perkuat Iklim Investasi Hulu Migas