- Ziarah Kubro Palembang adalah tradisi ziarah massal ke makam ulama, digelar menjelang Ramadhan, menarik puluhan ribu jemaah.
- Pelaksanaan tahun 2026 diproyeksikan dihadiri sekitar 30.000 jemaah selama tiga hari berturut-turut.
- Kegiatan ini menampilkan arak-arakan massal pakaian putih dan makan bersama sebagai simbol ukhuwah Islamiyah.
SuaraSumsel.id - Ziarah Kubro Palembang bukan sekadar tradisi keagamaan tahunan, melainkan telah menjelma menjadi ikon wisata religi nasional yang selalu menyedot perhatian puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Digelar setiap menjelang bulan suci Ramadhan, Ziarah Kubro menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk mengenang, menghormati, dan meneladani perjuangan para ulama, wali, serta pendiri Kesultanan Palembang Darussalam dalam menyebarkan dakwah Islam di Bumi Sriwijaya.
Pada pelaksanaan tahun 2026, Pemerintah Kota Palembang memproyeksikan sekitar 30.000 jemaah akan mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari.
Ziarah Kubro adalah tradisi ziarah massal ke makam para ulama dan auliya yang berperan penting dalam sejarah Islam di Palembang. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas religius masyarakat Palembang.
Berbeda dengan ziarah individu, Ziarah Kubro dilakukan secara kolektif dan terorganisasi, dengan rute, jadwal, serta rangkaian ibadah yang telah ditetapkan oleh para habaib dan tokoh agama setempat.
Ziarah Kubro berlangsung selama tiga hari berturut-turut, bertepatan dengan 18–20 Sya’ban 1447 Hijriah. Setiap harinya, jemaah mendatangi sejumlah lokasi bersejarah yang memiliki nilai dakwah dan spiritual tinggi.
Kegiatan utama meliputi:
- Pembacaan dzikir dan selawat
- Haul para ulama besar Palembang
- Pembacaan sejarah dan manaqib ulama
- Doa bersama untuk umat dan bangsa
Suasana religius kian terasa ketika ribuan jemaah berjalan kaki secara beriringan dalam arak-arakan massal, membawa umbul-umbul bertuliskan kalimat tauhid dan asmaul husna.
Ikon Visual: Jemaah Putih di Jalanan Palembang
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Salah satu daya tarik Ziarah Kubro adalah pemandangan ikonik ribuan jemaah—khususnya laki-laki—yang kompak mengenakan gamis atau baju koko berwarna putih. Jalan-jalan utama Palembang berubah menjadi lautan putih yang dipenuhi lantunan doa dan selawat.
Pemandangan ini kerap diabadikan dan menjadi simbol kuat wisata religi Palembang yang dikenal hingga ke luar negeri.
Setelah prosesi ziarah selesai, jemaah mengikuti tradisi makan bersama. Hidangan khas seperti Nasi Minyak atau Nasi Kebuli disajikan dalam satu nampan dan disantap bersama-sama.
Tradisi ini bukan sekadar makan, melainkan simbol ukhuwah Islamiyah, kesetaraan, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial.
Pemerintah Kota Palembang menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan Ziarah Kubro. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman.
Koordinasi dilakukan dengan Polrestabes Palembang untuk pengamanan, Dinas Perhubungan untuk rekayasa lalu lintas dan parkir, Satpol PP untuk ketertiban umum, serta Dinas PUPR untuk perbaikan akses jalan dan drainase menuju lokasi ziarah.
Tag
Berita Terkait
-
Ziarah Kubro Palembang 2026: Jadwal Lengkap, Rangkaian Acara, dan Maknanya
-
Haul dan Ziarah Kubra 2026 di Palembang: Jadwal, Rangkaian, dan Makna Tradisi Religi Besar
-
5 Hal Penting tentang Sejarah Bundaran Air Mancur Palembang yang Perlu Diketahui
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Revitalisasi Makam Ario Damar Tuai Kritik, Dari Nama Salah sampai Bangunan Bocor
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Peduli Ajak Relawan Bersihkan Pantai Kedonganan demi Lingkungan Berkelanjutan
-
Pegadaian Pastikan Keamanan Investasi Emas di Tengah Antrean Pengambilan Fisik
-
BRI Dinilai Berperan Besar Sukseskan Program Perumahan Rakyat Pemerintah
-
Ziarah Kubro Palembang: Tradisi Wisata Religi Ribuan Jemaah, Sejarah, Makna, dan Daya Tariknya
-
PTBA Dorong UMKM Belitang Naik Kelas Lewat Penguatan Pengelolaan Keuangan