- BPS Sumsel mencatat inflasi Januari 2026 secara bulanan hanya 0,05% karena kenaikan harga ditahan barang lain.
- Masyarakat merasakan kenaikan biaya hidup signifikan akibat lonjakan harga pangan segar dan emas perhiasan.
- Kenaikan tarif jasa yang bertahap dan akumulatif turut menambah beban pengeluaran rutin rumah tangga sehari-hari.
SuaraSumsel.id - Belanja harian terasa makin mahal. Harga pangan naik-turun, emas melonjak, biaya jasa perlahan bertambah. Namun di saat yang sama, inflasi justru disebut masih sangat rendah. Lalu, ada apa sebenarnya dengan harga di Sumatera Selatan?
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat inflasi Januari 2026 secara bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,05 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan harga rata-rata yang sangat tipis dibandingkan Desember 2025.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sumatera Selatan, Intan Yudistri Pebrina, M.Si, menjelaskan bahwa rendahnya inflasi bulanan tidak serta-merta berarti seluruh harga barang dan jasa mengalami penurunan.
“Inflasi adalah angka rata-rata. Ada komoditas yang mengalami kenaikan cukup terasa, tetapi tertahan oleh komoditas lain yang harganya stabil atau bahkan turun,” jelas Intan.
Secara year on year (y-on-y), inflasi Sumatera Selatan tercatat 3,33 persen, masih dalam kategori terkendali. Namun di lapangan, banyak warga justru merasakan pengeluaran rumah tangga yang makin berat.
Menurut Tituk Indrawati, SST., SE., M.Si, komoditas yang paling memengaruhi persepsi masyarakat adalah barang yang dikonsumsi sehari-hari.
“Pangan segar seperti cabai, bawang, tomat, daging ayam, dan telur sangat sensitif. Kenaikan kecil saja langsung terasa karena dibeli hampir setiap hari,” ujarnya.
Faktor cuaca, pasokan, dan distribusi membuat harga komoditas tersebut mudah berfluktuasi, meski tidak selalu memicu lonjakan inflasi secara keseluruhan.
Selain pangan, emas perhiasan juga menjadi komoditas yang berpengaruh besar terhadap rasa mahal di masyarakat. Septi Elly Mulyana, M.App.Ec menyebutkan, kenaikan harga emas sering memberi efek psikologis yang kuat.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah melalui Implementasi SIPD RI
“Emas nilainya besar dan sering dijadikan indikator kestabilan ekonomi rumah tangga. Saat harga emas naik, persepsi biaya hidup ikut meningkat,” jelasnya.
Meski emas bukan kebutuhan harian, pergerakan harganya kerap menjadi perhatian masyarakat.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberi andil terhadap inflasi Januari 2026. Menurut Eva Daniati, SST., M.M, kenaikan pada sektor jasa cenderung terjadi secara bertahap.
“Tarif jasa biasanya tidak melonjak sekaligus, tapi naik perlahan dan konsisten. Akumulasinya yang membuat pengeluaran rutin terasa lebih berat,” katanya.
BPS menegaskan, inflasi 0,05 persen mencerminkan rata-rata perubahan harga, bukan kondisi seluruh barang di pasar.
Ada harga yang naik, ada yang turun, dan ada pula yang stagnan. Selama kenaikan di satu kelompok tertahan oleh kelompok lain, inflasi tetap terlihat rendah secara statistik.
Tag
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah melalui Implementasi SIPD RI
-
Bahayanya Harga Emas Terus Naik di Palembang, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Warga
-
Mengulik Alasan PLN Masih Mengangkut Batu Bara Lewat Jalan Darat di Sumsel
-
OJK: Reputasi dan Tata Kelola Jadi Fondasi Bank Sumsel Babel
-
Kejar Penghargaan Bergengsi, Lomba Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026 Dimulai
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
Terkini
-
7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?