- Revitalisasi Makam Ario Damar di Palembang menuai kritik sejarawan karena kualitasnya jauh dari kesepakatan DED.
- Tim 11 menemukan banyak kerusakan seperti genangan, kesalahan aksara Arab Melayu, dan material bangunan rendah.
- Pihak terkait mendesak audit keuangan dan mengancam pelaporan hukum jika hasil revitalisasi tidak segera diperbaiki.
SuaraSumsel.id - Revitalisasi Makam Adipati Palembang, Ario Damar atau Ario Dillah, putra Raja Majapahit Brawijaya V, yang berada di kawasan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, menuai sorotan.
Sejumlah sejarawan, budayawan, hingga Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang menilai proyek yang dikerjakan Pemkot Palembang melalui pihak kontraktor itu terkesan asal jadi dan jauh dari standar yang telah disepakati dalam Detail Engineering Design (DED).
Penilaian tersebut mencuat setelah Tim 11 bersama para budayawan dan sejarawan meninjau langsung kondisi makam pada Sabtu (17/1/2026) sore. Hasilnya, mereka mengaku kecewa dengan kualitas revitalisasi yang dinilai tidak mencerminkan nilai sejarah tokoh besar Palembang tersebut.
Ketua Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang, Hidayatul Fikri atau akrab disapa Mang Dayat, mengatakan pihaknya sejak awal terlibat dalam penyusunan DED revitalisasi makam bersama seniman, budayawan, dan sejarawan. Namun, hasil di lapangan dinilai jauh melenceng dari rencana.
“Makam ini baru direvitalisasi. Kami tahu betul detail apa yang dibuat dan disusun dalam DED. Tapi setelah ditinjau, kami kurang puas karena masih banyak yang tidak sesuai,” ujar Hidayatul Fikri usai peninjauan.
Ia mengungkapkan sejumlah temuan mencolok, mulai dari genangan air di area makam, kesalahan penulisan huruf Arab Melayu, ornamen yang rusak dan hanya ditempel, hingga kualitas material bangunan yang dipertanyakan.
Menurutnya, kayu atap pendopo terlihat berkualitas rendah, banyak bagian bocor, dan sambungan kayu hanya ditempel. Empat tiang penyangga pendopo bahkan disebut tidak kokoh, plafon pendopo tidak ada, lisplang belum dicat, dan pencahayaan dari lampu tenaga surya dinilai sangat minim.
“Belum diserahterimakan ke Pemkot Palembang saja sudah banyak yang rusak. Ironisnya, bangunan sudah berdiri, tapi makam Ario Damar sendiri justru tidak diperbaiki secara layak,” tegasnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan pengerjaan yang dinilai terburu-buru, tidak rapi, dan kotor. Ornamen batu disebut berkualitas rendah dan jauh dari ekspektasi awal revitalisasi situs sejarah penting.
Baca Juga: Transfer Gratis Tanpa Ribet, Ini Cara Bank Sumsel Babel Bikin Transaksi Makin Hemat
Wakil Ketua Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang, Vebri Al Lintani, turut menyoroti lemahnya profesionalisme dalam pengerjaan proyek tersebut. Ia bahkan mengaku ragu apakah revitalisasi makam itu sudah benar-benar selesai atau belum.
“Kelihatannya ini dikerjakan oleh orang yang tidak profesional. Paku masih menempel di dinding, teknisnya buruk, terkesan asal-asalan. Ini jelas tidak sesuai DED,” kata Vebri.
Vebri yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Penyelamat Cagar Budaya (AMPCB) mendesak agar audit keuangan segera dilakukan. Ia mencurigai adanya ketidaksesuaian antara anggaran dengan hasil pekerjaan di lapangan.
“Kami minta ini diaudit. Kami curiga ada dugaan permainan dalam proyek ini. Jika perlu, kami akan laporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan agar diusut tuntas,” tegasnya.
Sorotan serupa disampaikan anggota Tim 11 lainnya, Dr Kemas Ari Panji, Spd, MSi. Ia menilai terdapat ketidaksesuaian penulisan nama Ario Damar antara huruf Arab Melayu dan huruf Latin di dalam kompleks makam.
“Penulisan ‘Ario’ itu tidak seperti ini. Tulisan hanya ditempel, bahkan sudah ada yang lepas dan hancur,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti saluran air yang tidak berfungsi, sehingga menyebabkan genangan setiap kali hujan turun.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Truk Ekspedisi Terbakar di Tol IndralayaPalembang Dini Hari, Seluruh Paket Hangus
-
Jadwal Terbang Scoot Palembang - Singapura 2026, Pilih Pagi atau Malam Tanpa Transit
-
Akhirnya Terbang Lagi! Scoot Resmi Layani Rute Langsung Palembang - Singapura
-
Sempat Lapor Balik Mahasiswi, Dosen yang Diduga Lakukan Pelecehan Dinonaktifkan Kampus
-
10 Cafe 24 Jam di Palembang 2026 untuk Begadang & Kerja Malam, Lengkap Lokasi dan Rute
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional