SuaraSumsel.id - Harga beras di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengalami penurunan setelah harganya melonjak. Penurunan harga hanya sekitar Rp500-Rp1000 per kilogram.
Hal ini diketahui saat Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni di Baturaja, Selasa mengatakan bahwa anggota Unit Pidana Khusus Satreskrim turut melakukan pengawasan harga sembako di sejumlah pasar tradisional di wilayah itu.
Sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum pedagang yang menimbun barang kebutuhan pokok yang menyebabkan lonjakan harga akibat kelangkaan barang di pasaran.
"Sidak ini kami lakukan untuk menekan inflasi terutama pada komoditas beras yang akhir-akhir ini melonjak ditingkat pedagang," tegasnya.
Berdasarkan hasil sidak di Pasar Atas Baturaja dan Pasar Baru didapati harga sembako ditingkat pedagang seperti beras sedikit mengalami penurunan sebesar Rp500 per kilogram.
Seperti beras medium IR 64 dari harga semula sebesar Rp15.000/Kg kini turun menjadi Rp14.500 per kilogram.
Beras premium dari harga semula Rp15.000/Kg turun menjadi Rp14.500/Kg dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Rp15.500/Kg menjadi Rp15.000/Kg.
"Namun untuk beras cap IR 64 masih di harga Rp16.000/Kg. Untuk stok beras maupun barang kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng dan tepung terigu dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan tahun ini," jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Politik Uang, 2 Caleg Gerindra di Sumsel Mangkir Klarifikasi Gakkumdu
Kapolres kembali mengingatkan kepada seluruh pedagang maupun distributor agar tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok untuk menaikkan harga jual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
"Karena sudah sangat jelas akan ada sangsi bagi oknum pedagang nakal," tegasnya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Dugaan Politik Uang, 2 Caleg Gerindra di Sumsel Mangkir Klarifikasi Gakkumdu
-
Heboh Skandal Panas dengan Anak Buahnya, Camat Pemulutan Dimutasi
-
Perta-Samtan Gas Bantu Agrowisata Nanas Prabumulih Ciptakan Ekonomi Sirkular
-
Bikin Geger! Dugaan Skandal Panas Camat Pemulutan Dengan ASN Terekam CCTV
-
Harga Beras di Singapura Lebih Murah, Mendagri Tito Bongkar Rahasianya
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?