- Menteri Ketenagakerjaan RI mengunjungi PTBA di Tanjung Enim untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha terkait SDM serta K3.
- Kemenaker merencanakan strategi K3 2025 mencakup regulasi adaptif, pelatihan berkelanjutan, dan digitalisasi layanan K3 terpadu.
- PTBA menunjukkan komitmen K3 kuat melalui penerapan SMK3, ISO 45001:2018, dan capaian Frequncy Rate di bawah standar nasional.
SuaraSumsel.id - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Kunjungan ini menjadi penanda kuatnya sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat pengelolaan sumber daya manusia (SDM) serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi produktivitas dan keberlanjutan, khususnya di sektor pertambangan.
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli memaparkan langkah-langkah strategis Kementerian Ketenagakerjaan sepanjang 2025 untuk memperkuat K3. Fokus pertama adalah penyempurnaan kerangka regulasi dan standar K3 agar lebih adaptif terhadap dinamika dunia kerja. Kedua, penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi SDM K3 secara berkelanjutan. Ketiga, perluasan sosialisasi dan pembudayaan K3 bagi serikat pekerja maupun manajemen perusahaan.
Tak berhenti di situ, Kemnaker juga memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan—mulai dari BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, hingga pemerintah daerah—guna memastikan ekosistem K3 berjalan terpadu.
“Kami mendorong transformasi layanan K3 berbasis digital melalui penyederhanaan proses sertifikasi, penyempurnaan aplikasi Teman K3, peluncuran kanal pelaporan Lapor Menaker, serta penguatan basis data kecelakaan dan penyakit akibat kerja agar penanganannya lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Yassierli.
Ia menegaskan, integritas layanan K3 menjadi prioritas. Kemnaker tidak mentoleransi pelanggaran melalui penerapan pakta integritas, penangguhan izin PJK3 yang tidak patuh, hingga penindakan tegas terhadap setiap bentuk penyelewengan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban administratif. Perusahaan yang menempatkan K3 sebagai prioritas akan menjaga produktivitas, keberlanjutan usaha, dan kesejahteraan pekerja. PTBA menunjukkan komitmen yang kuat dalam hal ini,” tegas Menaker.
Dari sisi perusahaan, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan bahwa K3 merupakan nilai fundamental dalam seluruh aktivitas operasional, sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan agenda keberlanjutan.
“Bagi PTBA, keselamatan adalah fondasi operasional. Kami memastikan setiap kegiatan bisnis berjalan dengan standar K3 yang ketat untuk melindungi pekerja, mitra kerja, dan lingkungan sekitar. Komitmen ini terus diperkuat melalui pengawasan, pembinaan, dan keterlibatan aktif manajemen,” jelas Arsal.
Direktur SDM PTBA Ihsanudin Usman menyebut kunjungan Menaker RI sebagai kehormatan sekaligus dorongan besar bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengelolaan SDM dan K3 secara berkelanjutan. Saat ini, PTBA memiliki 1.681 pegawai organik yang direkrut secara transparan dan akuntabel dari seluruh Indonesia dengan tetap memastikan keterwakilan tenaga kerja lokal. Lebih dari 20% pegawai adalah perempuan, dan hampir 30% telah menduduki posisi struktural, cerminan komitmen terhadap kesetaraan dan pengembangan karier.
Baca Juga: Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
Ia menambahkan, mayoritas pegawai PTBA berasal dari Generasi Z dan Milenial, menjadi modal penting bagi transformasi dan budaya kerja yang adaptif. Selain pegawai organik, operasional perusahaan didukung lebih dari 16 ribu tenaga kerja kontraktor dan alih daya, sehingga standar K3 diterapkan menyeluruh di seluruh ekosistem kerja PTBA.
Dalam aspek K3, PTBA telah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 serta ISO 45001:2018 di seluruh unit. Program K3 dijalankan melalui dua pilar utama—keselamatan kerja serta kesehatan dan lingkungan kerja—mencakup identifikasi bahaya dan penilaian risiko, inspeksi rutin, pembinaan K3, kesiapsiagaan darurat, hingga pemantauan kesehatan dan lingkungan.
“Capaian K3 PTBA tercermin dari nilai Frequency Rate dan Severity Rate yang berada di bawah benchmark nasional. Ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil komitmen kolektif seluruh insan perusahaan dalam menjadikan keselamatan sebagai nilai utama,” tambah Ihsanudin.
Melalui kunjungan ini, PTBA berharap sinergi pemerintah dan dunia usaha kian solid dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing global, khususnya di Sumatera Selatan.
Berita Terkait
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
PTBA Dorong UMKM Belitang Naik Kelas Lewat Penguatan Pengelolaan Keuangan
-
PT Bukit Asam Tbk Dorong UMK Naik Kelas Lewat Pelatihan Kreasi Bunga Balon
-
PTBA Sukses Gelar Kompetisi Safety Driving untuk Keselamatan Berkendara di Area Tambang
-
Pembinaan Usia Dini Berbuah Prestasi, Tim Basket Binaan PTBA Juara Galaxy Stars Rising Cup 2025
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
Terkini
-
BRI Peduli Bekali Puluhan Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan Kewirausahaan untuk Perkuat Ekonomi
-
PTBA Resmikan Pusat Pembibitan Mangrove NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Pesisir
-
Jangan Tunggu Air Seret, Ini 5 Cara Menghemat Air PDAM Saat Kemarau Melanda Sumsel
-
Masih Simpan Emas 1 Suku, Nilainya Kini Setara Motor Bekas, Kapan Waktu Terbaik Menjualnya?
-
Antre BBM di SPBU Makan Korban, Sopir Truk Meninggal Dunia Diduga Karena Kelelahan