- Gubernur Sumsel, Herman Deru, meminta Menko Infrastruktur AHY percepat dua proyek krusial: Tanjung Carat dan Bendungan Tiga Dihaji.
- Pelabuhan Tanjung Carat penting untuk logistik Sumsel, mengurangi biaya, dan menciptakan gerbang ekspor terintegrasi.
- Bendungan Tiga Dihaji vital sebagai penopang utama irigasi pertanian dan menjaga ketahanan pangan di Sumsel.
SuaraSumsel.id - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru kembali menunjukkan keseriusannya memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis daerah. Di hadapan Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Herman Deru secara langsung menyampaikan aspirasi Sumsel terkait percepatan dua proyek besar yang dinilai krusial bagi masa depan provinsi, yakni Pelabuhan Samudera Tanjung Carat dan Bendungan Tiga Dihaji.
Audiensi tersebut dimanfaatkan Herman Deru untuk menegaskan bahwa Sumatera Selatan membutuhkan dukungan penuh pemerintah pusat agar potensi ekonomi daerah tidak terus terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Ia menyampaikan bahwa Tanjung Carat bukan sekadar proyek pelabuhan, melainkan simpul penting yang akan mengubah pola distribusi logistik Sumsel selama ini.
Selama bertahun-tahun, aktivitas ekspor-impor Sumsel sangat bergantung pada pelabuhan di luar daerah, yang berdampak pada tingginya biaya logistik dan lamanya waktu pengiriman. Dengan hadirnya Pelabuhan Samudera Tanjung Carat, Herman Deru meyakini Sumsel akan memiliki gerbang ekspor sendiri yang terintegrasi dengan kawasan industri, pertanian, dan perkebunan. Hal ini diharapkan mampu mendorong daya saing produk lokal, menarik investor, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Selain pelabuhan, perhatian serius juga diarahkan pada Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Di hadapan AHY, Herman Deru menekankan bahwa bendungan tersebut memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan Sumsel. Bendungan ini diproyeksikan menjadi penopang utama sistem irigasi pertanian sekaligus pengendali banjir dan penyedia cadangan air baku bagi masyarakat.
Menurut Herman Deru, Sumsel selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun tanpa dukungan infrastruktur air yang memadai, produktivitas pertanian berisiko terganggu, terutama saat musim kemarau panjang. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan atensi khusus agar pembangunan Bendungan Tiga Dihaji dapat dipercepat dan segera memberikan manfaat nyata bagi petani.
Menko Infrastruktur AHY dalam pertemuan tersebut menyambut baik pemaparan Gubernur Sumsel. Ia menilai usulan yang disampaikan memiliki nilai strategis dan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat konektivitas, ketahanan pangan, serta pemerataan pembangunan antarwilayah. AHY juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar proyek-proyek besar tidak terhambat persoalan koordinasi maupun administrasi.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Sumsel tidak tinggal diam menunggu pembangunan datang dengan sendirinya. Herman Deru memilih turun langsung, melobi dan meyakinkan pemerintah pusat bahwa Sumsel siap menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi, kuat dari sisi pangan, dan kompetitif dalam percaturan nasional.
Dengan terus diperjuangkannya Pelabuhan Tanjung Carat dan Bendungan Tiga Dihaji, harapan besar pun disematkan pada dua proyek tersebut sebagai penentu arah pembangunan Sumsel dalam beberapa dekade ke depan dari daerah penghasil komoditas mentah menjadi wilayah yang mampu mengolah, mendistribusikan, dan menyejahterakan masyarakatnya secara berkelanjutan.
Baca Juga: Sumsel Sepekan: Puluhan Ribu Jamaah Putihkan Palembang dalam Puncak Ziarah Kubro 2026
Tag
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi
-
Larangan Truk Batu Bara Berlaku, Tapi Masih Melintas: Efektifkah Aturan Gubernur?
-
Belanja APBD Sumsel Lebih Kencang dari Nasional tapi Kenapa Pendapatan Masih Tertinggal?
-
Gubernur Herman Deru Dorong Generasi Muda Berani Berinovasi di Ajang Lomba SMK & Job Fair 2025
-
Herman Deru Buka Arah Legislasi 2026: Empat Raperda Prioritas Masuk Propemperda
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi
-
Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?
-
Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027
-
Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?
-
Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan