PT DSI dan Pengawasan Ekspor, Nagara Institute-AFU Bahas Strategi Tutup Celah Kebocoran Devisa

Nagara Institute menilai kehadiran PT DSI bertujuan memperkuat pengawasan ekspor batu bara dan sawit untuk menutup kebocoran kekayaan negara.

Tasmalinda
Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:05 WIB
PT DSI dan Pengawasan Ekspor, Nagara Institute-AFU Bahas Strategi Tutup Celah Kebocoran Devisa
Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, di Palembang, Sumatera Selatan.
Baca 10 detik
  • Nagara Institute menilai kehadiran PT DSI bertujuan memperkuat pengawasan ekspor batu bara dan sawit untuk menutup kebocoran kekayaan negara.
  • Para peneliti mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi kebutuhan modal besar, risiko perdagangan, serta menjaga kepastian hukum dan iklim investasi.
  • Nagara Institute dan AFU akan membahas tata kelola ekspor tersebut dalam diskusi di Palembang pada 27 Agustus 2026.

SuaraSumsel.id - Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi perhatian dalam upaya pemerintah memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional, terutama batu bara dan sawit.

Nagara Institute menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tujuan memperkuat pengawasan ekspor dan menutup potensi kebocoran kekayaan negara dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan persoalan baru dalam rantai perdagangan.

Dalam siaran persnya, Nagara Institute menyebut pembentukan PT DSI diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan pengawasan tata kelola ekspor komoditas nasional. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi perdagangan luar negeri dan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, mengatakan kehadiran PT DSI harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola ekspor Indonesia.

Baca Juga:PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel

“Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia ini harus menjadi momentum penting dalam membenahi tata kelola ekspor,” ujar Akbar Faizal, Selasa (25/8/2026).

Namun, sejumlah tantangan dinilai perlu menjadi perhatian. Peneliti Nagara Institute, Mohamad Dian Revindo, mengingatkan model perdagangan langsung berpotensi membutuhkan modal kerja yang besar.

Selain itu, risiko seperti under invoicing dan transfer pricing juga disebut perlu diantisipasi dalam pembentukan sistem tata kelola ekspor yang baru.

“Pemerintah perlu memperhitungkan risiko operasional serta kebutuhan modal kerja secara cermat,” ujar Dian Revindo.

Peneliti Nagara Institute lainnya, Edi Sewandono, menambahkan bahwa kepastian hukum dan kemudahan investasi juga harus tetap menjadi perhatian dalam pengembangan regulasi ekspor.

Baca Juga:HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara

Menurut kajian yang disampaikan Nagara Institute, salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah menempatkan PT DSI sebagai integrator pengawasan perdagangan berbasis digital, bukan semata menjalankan seluruh aktivitas perdagangan secara langsung.

Peneliti Satya Arinanto menilai pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat digunakan untuk memantau transaksi dan mendeteksi ketidakwajaran harga komoditas.

“Pendekatan integrator terbukti jauh lebih efisien ketimbang memikul seluruh aktivitas perdagangan secara langsung,” jelas Satya.

Bahas PT DSI di Palembang

Persoalan tata kelola ekspor komoditas nasional tersebut selanjutnya akan menjadi pembahasan dalam Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored (AFU).

Forum tersebut mengangkat tema “PT DSI dan Misi Menutup Celah Kebocoran Kekayaan Negara” dan dijadwalkan berlangsung di Aston Hotel Palembang pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini