- Bank Sumsel Babel menggelar Lelang Serentak II Tahun 2026 untuk menawarkan 61 objek agunan senilai Rp30 miliar.
- Pelaksanaan lelang dijadwalkan bekerja sama dengan KPKNL di Lahat, Palembang, dan Pangkalpinang pada September 2026.
- Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan aset secara transparan dan profesional demi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
SuaraSumsel.id - Bank Sumsel Babel kembali mendorong optimalisasi pengelolaan aset melalui Lelang Serentak II Tahun 2026. Sebanyak 61 objek agunan dengan total nilai limit sekitar Rp30 miliar ditawarkan kepada masyarakat dan dunia usaha melalui mekanisme lelang resmi.
Lelang Serentak II menjadi bagian dari inisiatif “LeGO Aset”, yang dikembangkan Bank Sumsel Babel untuk memastikan pengelolaan dan penyelesaian aset dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, sekaligus memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan masyarakat.
Pelaksanaan lelang akan digelar melalui sinergi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di tiga wilayah, yakni KPKNL Lahat pada 16 September 2026, KPKNL Palembang pada 28 September 2026, dan KPKNL Pangkalpinang pada 30 September 2026.
Sebanyak 61 objek agunan tersebut tersebar di wilayah operasional Bank Sumsel Babel dan ditawarkan kepada calon peserta melalui mekanisme lelang resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
Dibuka untuk Masyarakat dan Dunia Usaha
Lelang Serentak II Tahun 2026 menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Bank Sumsel Babel dalam melakukan optimalisasi dan penyelesaian aset secara terukur sekaligus memperkuat kualitas pengelolaan aset Perseroan.
Dalam pelaksanaannya, aspek transparansi dan kepatuhan menjadi perhatian utama. Lelang diselenggarakan melalui mekanisme resmi bersama KPKNL sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan lelang.
Melalui mekanisme tersebut, masyarakat dan calon peserta lelang dapat memperoleh informasi mengenai objek yang ditawarkan sekaligus memahami tata cara dan persyaratan untuk mengikuti proses lelang.
Direktur Keuangan Bank Sumsel Babel Amrul Muslimin, didampingi Pemimpin Divisi Manajemen Aset Khusus Bank Sumsel Babel Ahmad Azhari, mengatakan pelaksanaan Lelang Serentak II Tahun 2026 merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam mengelola aset secara profesional sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Muaradua Apresiasi Kajari OKU Selatan atas Penyelesaian Kredit Bermasalah
“Lelang Serentak II Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Sumsel Babel untuk terus melakukan optimalisasi aset secara profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat dan dunia usaha untuk memperoleh aset melalui mekanisme lelang resmi,” ujar Amrul.
Menurutnya, penyelenggaraan lelang secara serentak juga diharapkan memperluas jangkauan informasi kepada calon peserta. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan objek lelang, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempelajari proses dan mekanisme keikutsertaannya.
“Kami berharap informasi mengenai objek lelang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan informasi yang terbuka, calon peserta dapat mempelajari objek yang diminati, memahami persyaratan dan mengikuti proses lelang sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.
61 Objek Lelang, Pilihan bagi Masyarakat dan Dunia Usaha
Sebanyak 61 objek agunan yang ditawarkan dalam Lelang Serentak II Tahun 2026 memberikan pilihan bagi masyarakat maupun dunia usaha yang tengah mencari aset untuk berbagai kebutuhan.
Informasi mengenai objek lelang, termasuk lokasi, karakteristik aset, nilai limit, serta informasi pendukung lainnya, dapat diakses melalui E-Katalog Lelang Serentak II Tahun 2026.
E-Katalog Lelang dapat diakses melalui Bank Sumsel Babel – E-Katalog Lelang Serentak II 2026
Melalui semangat “LeGO Aset”, Bank Sumsel Babel mendorong agar aset tidak berhenti sebagai bagian dari portofolio, tetapi dapat kembali memberikan manfaat dan bergerak menjadi aktivitas ekonomi yang produktif.