- Nagara Institute menilai kehadiran PT DSI bertujuan memperkuat pengawasan ekspor batu bara dan sawit untuk menutup kebocoran kekayaan negara.
- Para peneliti mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi kebutuhan modal besar, risiko perdagangan, serta menjaga kepastian hukum dan iklim investasi.
- Nagara Institute dan AFU akan membahas tata kelola ekspor tersebut dalam diskusi di Palembang pada 27 Agustus 2026.
Akbar Faizal akan menjadi host utama kegiatan tersebut. Sejumlah akademisi dan peneliti juga dijadwalkan memaparkan analisis mengenai peluang serta tantangan regulasi ekspor nasional.
RTD tersebut juga dijadwalkan menghadirkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Joni Emirzon, ekonom senior Bright Institute Yanuar Rizky, Founder Astronacci International Gema Goeyardi, Managing Director Business 3 Danantara Asset Management Febriany Eddy, serta Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Aditya Laksmana Yudha.
Nagara Institute berharap forum tersebut dapat menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan tata kelola perdagangan komoditas ekspor Indonesia. Hasil diskusi juga direncanakan dihimpun dalam bentuk buku untuk disampaikan kepada Presiden dan pihak Danantara sebagai masukan gagasan dan rekomendasi.
Baca Juga:PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel