- Rektor Unsri Prof. Taufiq Marwa mengeluarkan surat edaran pada 26 Agustus 2026.
- Unsri mengalihkan perkuliahan tatap muka menjadi daring akibat kabut asap karhutla di Sumatera Selatan.
- Kebijakan kuliah daring berlaku hingga kualitas udara membaik tanpa jadwal pasti kembali ke kampus.
SuaraSumsel.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini tidak hanya mengubah aktivitas sekolah di Sumatera Selatan. Universitas Sriwijaya (Unsri) juga mengalihkan perkuliahan tatap muka ke sistem daring, dan belum menetapkan kapan mahasiswa akan kembali belajar seperti biasa di kampus.
Kebijakan tersebut berlaku sampai kondisi kualitas udara membaik dan dinilai memungkinkan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Rektor Unsri Nomor 0016/UN9.R/SE.R1.DAK/2026 yang ditandatangani Rektor Unsri Prof. Taufiq Marwa pada 26 Agustus 2026.
Artinya, mahasiswa bukan sekadar mendapat libur kuliah. Perkuliahan tetap berjalan, tetapi dipindahkan ke ruang digital.
Bukan hanya kampus yang terdampak
Baca Juga:KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis
Keputusan Unsri muncul ketika kualitas udara Sumatera Selatan masih memburuk akibat dampak karhutla.
BMKG Sumatera Selatan menyebut musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September. Akumulasi asap yang terbawa angin berpotensi terus menurunkan kualitas udara harian Palembang.
Pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 sebelumnya juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 Palembang sempat mencapai 180,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, kategori sangat tidak sehat. Pada pagi harinya angka masih sekitar 81,6 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut membuat BMKG bahkan menyarankan anak TK dan SD belajar dari rumah ketika paparan PM2.5 berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kini, perguruan tinggi ikut mengambil langkah serupa.
Baca Juga:Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
Kuliah online, tetapi kampus tidak sepenuhnya berhenti
Rektor Unsri Prof. Taufiq Marwa menegaskan pengalihan perkuliahan tidak berarti seluruh aktivitas akademik dihentikan.
Dosen dan mahasiswa diminta menyesuaikan proses pembelajaran menggunakan berbagai platform daring. Sementara praktikum dan kegiatan akademik yang membutuhkan kehadiran langsung masih dapat dilakukan dengan penyesuaian jadwal serta mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Fakultas, departemen dan program studi juga diberi kewenangan menyesuaikan kegiatan masing-masing dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan.
Mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan juga diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan serta membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.