21 Ton Solar Ilegal Nyaris Masuk Tiga Tug Boat di Sungai Musi, Siapa di Baliknya?

Ditpolairud Polda Sumsel menggagalkan distribusi 21 ton solar ilegal ke tiga kapal tug boat di Sungai Musi, Palembang.

Tasmalinda
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:40 WIB
21 Ton Solar Ilegal Nyaris Masuk Tiga Tug Boat di Sungai Musi, Siapa di Baliknya?
penangkapan 21 ton solar subsidi ilegal di Sungai Musi Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Ditpolairud Polda Sumsel menggagalkan distribusi 21 ton solar ilegal ke tiga kapal tug boat di Sungai Musi, Palembang.
  • Petugas mengamankan lima orang serta menyita dua truk tangki modifikasi saat penggerebekan di Dermaga PT Payung Samudera.
  • Polda Sumsel terus menyelidiki jaringan distribusi tersebut untuk mengungkap pihak yang membiayai dan pemilik asli BBM ilegal.

SuaraSumsel.id - Sebanyak 21 ton solar olahan ilegal nyaris didistribusikan ke tiga kapal tug boat yang bersandar di kawasan Sungai Musi, Palembang. Polisi memang telah mengamankan lima orang dalam kasus ini, tetapi pertanyaan yang lebih besar belum sepenuhnya terjawab: siapa sebenarnya yang berada di balik aliran puluhan ton BBM ilegal tersebut?

Kasus ini terbongkar saat personel Subdit Penegakan Hukum Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan melakukan patroli di kawasan perairan Sungai Musi, Rabu (8/7/2026) malam.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho mengatakan lima orang turut diamankan. Mereka masing-masing berinisial T (35), AS (23), H (35), F (23), dan MI (23). Kelima orang tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas distribusi BBM ilegal melalui jalur perairan. Namun, penyidikan tidak berhenti pada orang-orang yang ditemukan di lokasi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mendapati aktivitas mencurigakan di Dermaga PT Payung Samudera, Kecamatan Gandus, Palembang. BBM diduga tengah dipindahkan dari kendaraan tangki modifikasi menuju kapal-kapal yang sedang bersandar. "“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam aktivitas pengangkutan dan pemindahan BBM ilegal yang akan didistribusikan melalui jalur perairan,” ujar Heru.

Baca Juga:Kronologi Lengkap Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel hingga Minta Pinjam Helikopter

Petugas kemudian bergerak melakukan penindakan. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan sekitar 21 ton solar olahan ilegal yang diduga hendak disalurkan kepada tiga tug boat. Dua truk tangki modifikasi turut disita sebagai barang bukti.

Polda Sumsel memastikan kasus tersebut terus dikembangkan untuk menelusuri seluruh mata rantai distribusi BBM ilegal yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan.

Besarnya volume solar yang ditemukan membuat kasus ini tak sekadar berbicara mengenai distribusi BBM ilegal dalam jumlah kecil. Sebanyak 21 ton solar membutuhkan sarana pengangkutan, tempat penyimpanan, jalur distribusi, hingga calon penerima.

Polisi menemukan dua kendaraan tangki yang telah dimodifikasi dan tiga tug boat dalam pengungkapan tersebut. Aktivitas pemindahan BBM berlangsung di sebuah dermaga di kawasan Gandus sebelum akhirnya dihentikan petugas.

Temuan inilah yang membuka pertanyaan mengenai rantai pasok di balik 21 ton solar tersebut. Apakah lima orang yang diamankan merupakan pemilik BBM, pengangkut, pekerja lapangan, atau bagian dari jaringan yang lebih besar, masih menjadi materi penyidikan.

Baca Juga:Heboh Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Begitu pula dengan asal-usul solar olahan tersebut dan siapa penerima akhirnya. Hingga informasi terakhir yang tersedia, polisi belum mengumumkan adanya pihak lain yang ditetapkan sebagai tersangka di luar lima orang yang diamankan.

Karena itu, penyidikan lanjutan menjadi penting untuk memastikan siapa pemilik BBM, pihak yang membiayai pengangkutan, serta tujuan akhir distribusi solar tersebut.

Kasus 21 ton solar ilegal ini sekaligus menunjukkan jalur perairan menjadi salah satu titik penting dalam pengawasan distribusi BBM di Sumatera Selatan. Dengan keberadaan kapal-kapal angkutan dan aktivitas industri di sepanjang sungai, pengawasan terhadap pergerakan BBM menjadi krusial untuk mencegah distribusi ilegal.

Polda Sumsel menyatakan penyidikan akan dikembangkan untuk mengungkap seluruh mata rantai yang terlibat, tidak hanya pihak-pihak yang berada di lokasi saat penggerebekan.

Hingga kini, lima orang telah diamankan dalam kasus tersebut. Namun, besarnya barang bukti berupa 21 ton solar olahan, dua kendaraan tangki modifikasi, dan keterlibatan tiga tug boat membuat pengembangan kasus menjadi hal yang dinanti.

Siapa pemilik puluhan ton solar itu? Dari mana BBM tersebut berasal? Kepada siapa sebenarnya solar akan dijual? Dan apakah ada pihak lain yang mengendalikan distribusi dari balik layar?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak