Baca 10 detik
- BMKG memetakan wilayah Sumatera Selatan mulai memasuki musim kemarau lebih cepat pada periode Mei hingga Juni 2026.
- Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus dengan curah hujan rendah dan durasi selama lima bulan.
- Pemerintah daerah diminta waspada terhadap potensi kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Langkah antisipasi seperti menjaga sumber air, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meningkatkan kesiapsiagaan dinilai penting untuk mengurangi risiko karhutla.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan lebih cepat dan lebih kering, Sumatera Selatan dihadapkan pada tantangan serius. Kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak awal menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.