- Pertamina Hulu Rokan Zona 4 menambah produksi minyak lebih dari 1.400 barel per hari melalui tiga sumur baru di Sumatera Selatan.
- Tiga sumur infill tersebut meliputi KRG-042 di Prabumulih serta DWA-071 dan BNG-081 di Kabupaten PALI yang mulai diuji pada Juli 2026.
- Keberhasilan pengembangan sumur-sumur baru ini dicapai melalui penerapan teknologi canggih dan interpretasi data seismik untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
SuaraSumsel.id - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional dengan menambah potensi produksi minyak lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD) melalui pengembangan tiga sumur infill baru di Sumatera Selatan.
Ketiga sumur tersebut, yakni KRG-042, DWA-071, dan BNG-081, juga berpotensi menghasilkan gas lebih dari 4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Seluruhnya berada di wilayah kerja Pertamina EP Limau Field dan Pertamina EP Adera Field yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina.
Pencapaian ini menjadi salah satu langkah strategis PHR Zona 4 dalam mengoptimalkan produksi migas dari lapangan-lapangan mature melalui pendekatan teknologi dan inovasi pengeboran.
Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4 Reza Nur Ardianto mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa lapangan migas yang telah lama berproduksi masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Baca Juga:Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
"Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature," ujar Reza.
Tiga Sumur Baru Tambah Produksi Nasional
Sumur pertama, KRG-042, berada di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, wilayah kerja Pertamina EP Limau Field.
Sumur ini dikembangkan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP), yaitu sistem pompa bawah permukaan yang mampu meningkatkan produksi minyak secara lebih efisien, terutama pada sumur yang tekanan alaminya mulai menurun.
Setelah pengeboran selama 25 hari, uji alir awal pada 16 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi mencapai 777 BOPD.
Baca Juga:Mengapa Mafia BBM di Sumsel Tak Kunjung Habis? Polisi Bongkar 96 Kasus dalam 7 Bulan
Kontribusi berikutnya berasal dari DWA-071 di Struktur Dewa, Kabupaten PALI, wilayah kerja Pertamina EP Adera Field.
Sumur ini menjadi pengeboran pengembangan pertama di lapangan tersebut setelah lebih dari enam tahun sejak pengeboran DWA-070 pada 2019.
Keberhasilan DWA-071 didukung interpretasi data 3D Seismik IDAMAN, sehingga target pengeboran dapat ditentukan dengan lebih presisi.
Setelah pengeboran selama 47 hari, sumur ini mencatat potensi produksi 375,84 BOPD serta 0,196 MMSCFD gas. Sementara itu, sumur ketiga BNG-081 yang juga berada di Kabupaten PALI berhasil menghasilkan potensi produksi 264,4 BOPD dan 3,064 MMSCFD gas.
Keberhasilan pengembangannya didukung hasil survei 3D Seismik Karbela, yang menjadi dasar identifikasi cadangan migas di kawasan Benuang dan sekitarnya.
Pjs. General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan tambahan produksi dari tiga sumur tersebut semakin memperkuat optimisme perusahaan mencapai target produksi migas tahun ini.