- Sejak 2013, Ardi memanfaatkan pembiayaan FIFGROUP untuk membeli motor pertama sebagai alat kerja ojek online.
- Kepemilikan motor kedua dari pembiayaan tersebut berhasil membantu istrinya memperoleh tambahan penghasilan keluarga setiap bulan.
- Ardi berencana mengambil pembiayaan kendaraan ketiga untuk memperluas usaha serta membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
SuaraSumsel.id - Sekitar 2013, Ardi mengambil sepeda motor melalui pembiayaan FIFGROUP. Saat itu, ia membutuhkan kendaraan. Belasan tahun kemudian, motor tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan ekonominya.
Ardi tidak langsung menggunakan motor itu sebagai pengemudi ojek online. Setelah pandemi Covid-19, ketika ia tidak lagi bekerja secara rutin seperti sebelumnya, kendaraan yang dimilikinya mulai digunakan untuk mencari penghasilan melalui ojek online.
Jalanan kemudian menjadi tempat Ardi bekerja. Pesanan yang datang setiap hari menjadi sumber penghasilan yang sebelumnya tidak ia miliki.
Sebelum memiliki motor, Ardi mengatakan penghasilannya sekitar Rp3,5 juta per bulan. Setelah memiliki kendaraan dan mulai menjalankan pekerjaan sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya meningkat karena ia mendapatkan pemasukan dari order harian. “Setelah pakai motor, penghasilan lebih tinggi karena orderan banyak dari hasil orderan harian,” kata Ardi.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
Bagi Ardi, perubahan itu bukan sekadar bertambahnya pemasukan. Ada sesuatu yang lebih mendasar: ia memiliki alat untuk bekerja.
Tanpa motor, pilihan pekerjaannya akan berbeda. Ia membayangkan dirinya masih menjalani pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak selalu pasti.
“Kalau waktu itu tidak mengambil pembiayaan motor, akan berbeda, karena masih akan menjadi pekerja serabutan, tidak punya alat produksi,” ujarnya.
Motor pertama itu kemudian menjadi awal dari perjalanan berikutnya. Ketika kebutuhan keluarga dan pekerjaan berkembang, Ardi kembali mengambil pembiayaan untuk kendaraan kedua. Kali ini, motor tersebut tidak hanya digunakan untuk dirinya. Istrinya turut menggunakan kendaraan itu untuk bekerja.
Dua kendaraan berarti dua ruang yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
Dari motor kedua, Ardi menyebut ada pemasukan sekitar Rp500 ribu per bulan. Nilainya memang tidak sebesar penghasilan dari pekerjaan utamanya, tetapi bagi keluarga, tambahan tersebut membuka ruang ekonomi yang sebelumnya tidak tersedia.
Perubahan itu membuat Ardi melihat kendaraan dengan cara berbeda. Motor bukan lagi semata-mata alat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kendaraan menjadi sarana yang memungkinkan seseorang bekerja dan, pada saat yang sama, membuka kesempatan bagi anggota keluarga lain untuk memperoleh penghasilan.
Dari satu kendaraan, kini Ardi memiliki dua. Dan perjalanan itu belum selesai.
Ardi mulai memikirkan kendaraan ketiga. Kali ini, tujuannya bukan hanya untuk digunakan sendiri atau oleh istrinya. Ia ingin menambah usaha ojek dengan kendaraan yang dapat digunakan oleh pihak lain.
Jika rencana itu terwujud, satu kendaraan tambahan berarti satu kesempatan baru untuk menghasilkan pendapatan.
Bagi Ardi, pertambahan jumlah kendaraan berjalan beriringan dengan bertambahnya peluang. Ia tidak melihatnya sebagai sekadar penambahan aset, tetapi sebagai cara memperluas ruang untuk bekerja.
Perjalanan tersebut berlangsung perlahan. Tidak ada satu titik ketika hidup Ardi tiba-tiba berubah.
Ada motor pertama yang membawanya masuk ke pekerjaan ojek online. Ada motor kedua yang membuka kesempatan bagi istrinya untuk ikut bekerja. Lalu ada rencana kendaraan ketiga yang mulai diarahkan untuk memperluas usaha.
Di situlah pembiayaan menemukan maknanya bagi Ardi. Bukan sekadar cara memperoleh kendaraan, tetapi jalan yang membantunya mendapatkan alat untuk bekerja ketika kesempatan kerja sebelumnya semakin terbatas.
Pengalaman Ardi memperlihatkan bahwa sebuah kendaraan dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, motor mungkin hanya alat transportasi. Bagi Ardi, kendaraan menjadi alat produksi yang membuka peluang pendapatan.
Ia sendiri merasakan perubahan itu dari perjalanan penghasilannya.
Sebelum memiliki motor, penghasilannya sekitar Rp3,5 juta. Setelah menggunakannya untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online, penghasilan bertambah. Ketika kendaraan kedua hadir, peluang menghasilkan pendapatan pun semakin terbuka.
Kini, Ardi mulai melihat satu langkah berikutnya. Kendaraan ketiga.
Bukan sekadar tentang memiliki satu motor lagi, melainkan tentang memperbesar kesempatan untuk menghasilkan pendapatan. Dari satu roda, perjalanan itu terus bergerak.
Bukan hanya membawa Ardi dari satu tempat ke tempat lain, tetapi perlahan membawanya keluar dari pekerjaan serabutan menuju kehidupan ekonomi yang lebih terbuka—satu kendaraan, satu pekerjaan, dan satu peluang pada satu waktu.
Di ujung perjalanan itu, impian Ardi belum selesai. Ia masih ingin menambah satu kendaraan lagi, lalu menggunakannya untuk membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Satu motor pernah menjadi awal baginya. Kini, dua kendaraan telah menjadi bagian dari penghidupan keluarganya. Dan tiga kendaraan adalah langkah berikutnya yang sedang ia pikirkan.