- RS Pusri Palembang memutuskan kerja sama dengan dokter mitranya akibat komentar viral di Threads terkait pasien BPJS.
- Manajemen RS Pusri meminta maaf dan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan secara normal.
- Kontroversi tersebut memicu lonjakan ulasan dan kritik dari warganet pada halaman Google Review rumah sakit.
SuaraSumsel.id - Polemik komentar seorang dokter di media sosial terhadap pasien BPJS tidak hanya berujung pada pemutusan kerja sama oleh RS Pusri Palembang, tetapi juga berdampak pada reputasi digital rumah sakit tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, halaman Google Review RS Pusri dipenuhi ulasan dan penilaian baru dari warganet. Sebagian memberikan bintang rendah disertai kritik terhadap dugaan kurangnya empati tenaga kesehatan, sementara sebagian lainnya meminta masyarakat tetap membedakan tindakan individu dengan pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.
Gelombang ulasan itu muncul setelah komentar seorang dokter mitra RS Pusri di platform Threads menjadi viral. Komentar tersebut memicu kritik luas karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien BPJS yang sebelumnya mengeluhkan pelayanan dan kemudian meninggal dunia. Polemik tersebut akhirnya mendorong manajemen rumah sakit melakukan evaluasi internal.
Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, mengatakan hasil klarifikasi menjadi dasar bagi manajemen untuk mengakhiri hubungan kerja sama dengan yang bersangkutan.
Baca Juga:Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
“RS Pusri telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dokter @tamdjs tersebut sebagai dokter mitra RS Pusri,” ujar Diah dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Diah, tindakan yang dilakukan dokter tersebut dinilai melanggar disiplin, sehingga rumah sakit mengambil langkah tegas sebagai bagian dari penegakan tata kelola organisasi.
Keputusan RS Pusri mendapat beragam respons dari masyarakat di media sosial. Di sisi lain, halaman ulasan RS Pusri di Google Maps juga dibanjiri komentar dan penilaian dari warganet.
Sejumlah pengguna memberikan penilaian bintang satu sebagai bentuk kekecewaan terhadap polemik yang terjadi. Namun, tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi kepada manajemen RS Pusri karena dinilai cepat mengambil tindakan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, sebuah unggahan di media sosial tidak hanya berdampak pada individu yang mengunggahnya, tetapi juga dapat memengaruhi citra institusi tempat seseorang bekerja.
Baca Juga:Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
Sebagai tindak lanjut, RS Pusri mengeluarkan dua pernyataan resmi. Pada pernyataan pertama, manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya keluarga almarhum Yurizal, serta menegaskan bahwa unggahan dokter tersebut merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili kebijakan rumah sakit.
Selanjutnya, melalui pernyataan resmi kedua, RS Pusri mengumumkan telah mengakhiri kerja sama dengan dokter mitra yang bersangkutan. Manajemen menyebut keputusan itu diambil sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme, tata kelola yang baik, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah polemik di media sosial dapat berdampak langsung pada reputasi digital sebuah institusi.
Google Review kini menjadi salah satu sumber informasi yang paling sering dilihat masyarakat sebelum memilih rumah sakit. Ketika sebuah isu menjadi viral, tidak sedikit pengguna internet yang menyampaikan pendapatnya melalui kolom ulasan, meski tidak semuanya merupakan pasien atau pernah menggunakan layanan rumah sakit tersebut.
Karena itu, lonjakan ulasan setelah sebuah kontroversi tidak selalu menggambarkan keseluruhan kualitas pelayanan, tetapi menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kasus yang sedang terjadi.
Di tengah ramainya sorotan publik, RS Pusri menegaskan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan normal.