- Sepanjang April 2026, kota Palembang mengalami banjir berulang sebanyak 17 kali akibat curah hujan tinggi yang ekstrem.
- Genangan air merendam berbagai ruas jalan protokol dan kawasan permukiman hingga menyebabkan kelumpuhan lalu lintas warga.
- Penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase, pendangkalan 114 anak sungai, serta penataan tata ruang yang tidak memadai.
SuaraSumsel.id - Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Palembang sepanjang April 2026 membuat perhatian publik kembali tertuju pada persoalan klasik kota ini: 114 anak sungai, sistem drainase, hingga penataan tata ruang kota.
Data terbaru dari WALHI Sumsel mencatat, sejak Januari hingga April 2026, Palembang telah mengalami 17 kali banjir berulang. Angka ini menunjukkan bahwa banjir tak lagi sekadar musiman, melainkan menjadi persoalan serius yang terus berulang.
Sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan permukiman dilaporkan terendam air. Bahkan di beberapa titik, genangan mencapai 30 sentimeter hingga setinggi lutut orang dewasa, menyebabkan kendaraan mogok dan lalu lintas lumpuh.
Wilayah Langganan Banjir di Palembang
Baca Juga:Janji Ratu Dewa-Prima Salam Soal Palembang Bebas Banjir Saat Pilkada 2024, Masih Ingat?
Berdasarkan laporan warga dan pantauan lapangan sepanjang April 2026, berikut sejumlah titik yang kerap menjadi langganan banjir:
- Jalan Kolonel H Burlian / Kolonel Barlian
- Jalan Demang Lebar Daun
- Jalan R Soekamto / R Sukamto
- Simpang Polda Palembang
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan Kapten A Rivai
- Simpang Lima DPRD Sumsel
- Jalan Angkatan 45
- Jalan Angkatan 66
- Jalan Basuki Rahmat
- Jalan Mayor Ruslan
- Jalan Bay Salim
- Jalan MP Mangkunegara
- Jalan M Isa
- Kawasan Dempo
- Sekip Ujung / Sekip Bendung
- Sukarami
- Talang Kelapa
- Alang-Alang Lebar / KM 11 / Jalan Jepang
- Lunjuk Jaya
- Makrayu
- Pangkal 7 Ulu / sekitar UKB
- Belakang kampus lama UIN Raden Fatah
Titik-titik ini berulang kali tergenang bahkan saat hujan berlangsung kurang dari satu jam.
Lalu, apa sebenarnya fakta di balik banjir Palembang?
1. Palembang Punya 114 Anak Sungai
Salah satu persoalan utama yang sering disebut dalam penanganan banjir adalah keberadaan 114 anak sungai yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Banyak di antaranya mengalami pendangkalan, penyempitan, sedimentasi, hingga dipenuhi sampah dan bangunan liar.
Baca Juga:Palembang Kian Tenggelam Dikepung Banjir, Publik Tagih Janji Ratu Dewa Bebas Banjir
Saat kampanye Pilkada 2024, pasangan Ratu Dewa–Prima Salam menjanjikan restorasi anak sungai sebagai solusi utama.
2. Drainase Jadi Titik Lemah
Selain sungai, sistem drainase kota juga menjadi sorotan. Hujan deras selama sekitar tiga jam pada awal April 2026 dilaporkan membuat drainase, kolam retensi, dan anak Sungai Musi meluap hingga menggenangi jalan protokol dan permukiman.
Warga banyak mengeluhkan saluran air yang mampet, sempit, atau tidak berfungsi optimal.
3. Tata Ruang dan Bangunan di Sempadan Sungai
Faktor manusia juga disebut berkontribusi. Bangunan di sempadan sungai, alih fungsi lahan, hingga penutupan saluran air memperparah aliran air saat hujan deras turun.