- Pasangan Ratu Dewa-Prima Salam menjadikan penanganan banjir sebagai program prioritas utama dalam kampanye Pilkada Palembang 2024.
- Program utama meliputi restorasi 114 anak sungai, perbaikan drainase kota, penataan daerah aliran sungai, serta pembentukan satgas banjir.
- Masyarakat menagih realisasi janji politik tersebut setelah hujan deras kembali menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Palembang.
SuaraSumsel.id - Persoalan banjir di Palembang kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah kawasan kembali tergenang usai hujan deras mengguyur kota tersebut.
Di tengah keluhan warga, janji politik pasangan Ratu Dewa–Prima Salam (RD-PS) soal mewujudkan Palembang bebas banjir kembali ramai diperbincangkan.
Saat masa kampanye Pilkada Palembang 2024, pasangan RD-PS menjadikan penanganan banjir sebagai salah satu program prioritas utama.
Berikut sederet janji dan program yang pernah disampaikan pasangan RD-PS untuk mengatasi banjir di Palembang:
Baca Juga:Palembang Kian Tenggelam Dikepung Banjir, Publik Tagih Janji Ratu Dewa Bebas Banjir
1. Restorasi 114 Anak Sungai
Salah satu janji paling mencolok adalah rencana restorasi 114 anak sungai di Kota Palembang.
Langkah ini digadang-gadang menjadi solusi utama agar aliran air kembali lancar dan tidak menyebabkan genangan di permukiman warga.
Restorasi ini mencakup normalisasi aliran sungai, pengerukan sedimentasi, hingga pembersihan sampah dan bangunan liar di bantaran sungai.
2. Perbaikan Drainase Kota
Baca Juga:Palembang Banjir Lagi di Hari Bumi 2026, Wali Kota Pernah Dinyatakan Bersalah Soal Banjir
Selain sungai, pasangan RD-PS juga menjanjikan perbaikan drainase di sejumlah titik rawan banjir.
Drainase yang tersumbat dan saluran air yang sempit kerap disebut sebagai penyebab utama air cepat meluap saat hujan deras.
Perbaikan ini diharapkan mampu mempercepat aliran air ke sungai induk.
3. Penataan Daerah Aliran Sungai (DAS)
Program lainnya adalah fokus pada penataan Daerah Aliran Sungai (DAS), terutama di wilayah Sub-DAS Sungai Bendung.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Palembang disebut akan bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII untuk normalisasi dan pengendalian aliran air.
4. Pembentukan Satgas Banjir Tingkat Kecamatan
Untuk penanganan jangka pendek, pasangan RD-PS juga menjanjikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Banjir di tingkat kecamatan.
Satgas ini diharapkan bergerak cepat menangani genangan, memantau saluran air, hingga merespons laporan warga.
5. Edukasi Warga Soal Bangunan di Sempadan Sungai
RD-PS juga menyoroti faktor manusia sebagai salah satu penyebab banjir.
Karena itu, mereka berjanji melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai atau menutup saluran air.
Di tengah kembalinya banjir di sejumlah kawasan, masyarakat kini mulai mempertanyakan realisasi program-program tersebut.
Warga berharap janji Palembang bebas banjir tak sekadar menjadi slogan kampanye, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan.
Apalagi, musim hujan masih berpotensi menyebabkan genangan di sejumlah titik rawan.
Tulisan ini menjadi salah satu pengingat publik atas janji politik yang pernah disampaikan untuk mengatasi persoalan banjir di ibu kota Sumatera Selatan itu.