Empat Wilayah di Sumsel KLB Campak, Palembang dan Prabumulih Jadi Sorotan Utama

Kemenkes menetapkan status KLB campak di Kota Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Muratara

Wakos Reza Gautama
Selasa, 07 April 2026 | 12:10 WIB
Empat Wilayah di Sumsel KLB Campak, Palembang dan Prabumulih Jadi Sorotan Utama
Ilustrasi vaksin campak. Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah di Sumatera Selatan sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak, dengan dua di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan menetapkan status KLB campak di Kota Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Muratara, Sumatera Selatan sejak awal tahun 2026.
  • Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, tercatat 1.243 kasus suspek dengan 184 orang terkonfirmasi positif mengidap penyakit menular campak.
  • Dinas Kesehatan menginstruksikan percepatan imunisasi rutin dan massal untuk memutus rantai penularan serta menutup celah cakupan imunisasi anak.

SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan kini sedang berada dalam radar kewaspadaan tinggi. Kementerian Kesehatan resmi menetapkan empat wilayah di provinsi ini dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Penyakit yang sangat menular ini kembali menunjukkan taringnya, menuntut aksi nyata dari pemerintah maupun masyarakat sebelum penyebaran kian tak terkendali.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, empat daerah yang kini menyandang status "Sinyal Merah" tersebut adalah Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa penetapan status ini didasarkan pada lonjakan temuan kasus yang signifikan sejak awal tahun 2026.

Baca Juga:Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan

Dari empat daerah tersebut, Palembang dan Prabumulih menjadi perhatian khusus karena status KLB didukung oleh konfirmasi laboratorium yang valid.

Di jantung provinsi, Kota Palembang mencatatkan angka yang cukup mengejutkan. Sebanyak 578 kasus suspek dengan 90 di antaranya terkonfirmasi positif.

Badai kasus ini mencapai puncaknya pada Januari dan Februari, meski pada bulan Maret tidak ditemukan kasus positif tambahan di tengah 196 suspek yang diperiksa. Sementara itu, Kota Prabumulih membuntuti dengan 76 kasus suspek dan 16 kasus positif.

"Pada Januari terdapat 33 suspek dengan 16 positif, sedangkan Maret mencatat 17 suspek tanpa kasus positif. Meski melandai, status waspada tetap diberlakukan," jelas Ira di Palembang, Senin (6/4/2026).

Secara keseluruhan, sepanjang kuartal pertama tahun 2026, Sumatera Selatan telah mencatat total 1.243 kasus suspek dengan 184 orang dinyatakan positif campak.

Baca Juga:Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam

Grafik menunjukkan tren penurunan yang menarik. Januari menjadi bulan terberat dengan 151 kasus positif, diikuti Februari dengan 33 kasus, dan Maret yang bersih dari kasus positif meskipun ratusan orang masih berstatus suspek. Namun, nihilnya kasus positif di bulan Maret bukan berarti perang telah usai.

"Tren ini menunjukkan perlunya kewaspadaan serta upaya pencegahan yang lebih intensif guna menekan penyebaran campak di Sumsel," tegas Ira.

Pihak Diskes menekankan bahwa satu-satunya cara untuk memutus rantai penularan adalah dengan memperkuat cakupan imunisasi. Status KLB ini menjadi pengingat bahwa ada "lubang" dalam cakupan imunisasi rutin yang harus segera ditutup.

Langkah darurat yang disiapkan meliputi pelaksanaan imunisasi massal di daerah terdampak KLB serta percepatan imunisasi rutin bagi anak-anak di daerah lainnya. Dukungan penuh dari pemerintah daerah diinstruksikan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan.

"Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata. Jalan keluarnya adalah penguatan imunisasi rutin dan imunisasi kejar," pungkas Ira. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak