- BI Sumatera Selatan menyelenggarakan program Susur Sungai Musi pada 2-6 Maret 2026 untuk menukar uang baru Lebaran.
- Program ini membawa modal kas sekitar Rp5,3 miliar untuk melayani masyarakat di desa-desa pesisir terpencil.
- Selain itu, BI menyiapkan total lebih dari Rp1,6 triliun untuk mengantisipasi peningkatan permintaan uang tunai sebesar 40 persen.
SuaraSumsel.id - Kebutuhan uang pecahan baru biasanya meningkat saat Ramadan mendekati Lebaran. Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia Sumatera Selatan menghadirkan layanan unik dengan menyusuri Sungai Musi sambil membawa uang miliaran rupiah untuk melayani penukaran di desa-desa pesisir.
Tak hanya membuka layanan penukaran di kota, BI bahkan menyusuri Sungai Musi dengan membawa uang miliaran rupiah agar masyarakat di wilayah pesisir juga mendapatkan layanan yang sama. Melalui kegiatan Susur Sungai Musi, Bank Indonesia membawa modal kas sekitar Rp5,3 miliar dalam berbagai pecahan uang rupiah untuk melayani masyarakat di desa-desa sepanjang aliran sungai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, tetap bisa mengakses layanan penukaran uang.
“Bank Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup dan layak edar serta dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah 3T,” ujar Bambang.
Baca Juga:Dana Warga Sumsel Sempat Raib karena Scam, Rp541 Juta Akhirnya Berhasil Kembali
Melalui perjalanan menyusuri Sungai Musi tersebut, layanan kas keliling BI menjangkau sejumlah desa pesisir yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh jaringan perbankan.
Beberapa desa yang menjadi tujuan program ini antara lain yakni Desa Upang, Muara Talang, Makarti, Sungsang, Bunga Karang dan Pulau Borang.
Kegiatan tersebut berlangsung 2 hingga 6 Maret 2026 dengan membawa uang pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000 dalam kondisi baru dan layak edar.
Bank Indonesia juga memproyeksikan kebutuhan uang di Sumatera Selatan akan meningkat signifikan selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Menurut Bambang, permintaan uang tunai diperkirakan naik sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Cuma Rp25 Ribu, Kartu BSB Cash Sumsel United Ini Bisa Dipakai di LRT, Bandara sampai Tol
Peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan ritel, hingga kebutuhan masyarakat menyiapkan uang pecahan kecil untuk tradisi Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, BI menyiapkan lebih dari Rp1,6 triliun uang pecahan kecil yang akan didistribusikan melalui berbagai layanan penukaran di Sumatera Selatan.
Ratusan Titik Penukaran Uang
Selain layanan melalui jalur sungai, Bank Indonesia juga membuka 462 titik layanan penukaran uang di berbagai wilayah Sumatera Selatan.
Total kuota penukaran mencapai 57.000 penukar, dengan realisasi hingga awal Maret sudah mencapai Rp121,4 miliar dari 23.800 penukar atau sekitar 40 persen dari kuota yang tersedia.
Seluruh layanan penukaran dilakukan melalui pendaftaran digital menggunakan aplikasi PINTAR BI agar proses penukaran lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.