Baca 10 detik
- Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang memicu polemik publik karena interpretasi simbol visual berbeda dari maksud perancang.
- Akademisi mengidentifikasi masalah utama sebagai "kecelakaan semiotika" akibat visualisasi ornamen bunga dan alas yang ambigu.
- Solusi yang diusulkan adalah koreksi bertahap elemen visual seperti morfologi bunga dan penempatan kaligrafi agar maknanya jelas.
Kasus BAM menjadi pengingat bahwa pembangunan ikon kota tidak cukup hanya mengandalkan konsep besar dan niat baik. Ketelitian dalam eksekusi menjadi kunci agar identitas kota tidak justru kabur di mata publik.
Di ruang publik narasi bisa diperdebatkan. Namun bahasa visual akan terus berbicara setiap hari kepada siapa pun yang melintas