Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru, Bukan Sekadar Soal Estetika

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang menuai kritik. Perubahan dinilai bukan sekadar soal estetika, tetapi mengaburkan makna sejarah dan identitas kota.

Tasmalinda
Selasa, 20 Januari 2026 | 16:45 WIB
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru, Bukan Sekadar Soal Estetika
bundaran air mancur Palembang, Sumatera Selatan.
Baca 10 detik
  • Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang dikritik karena menghilangkan makna historis dan identitas ruang publik yang melekat.
  • Perubahan fisik dinilai terlalu fokus pada estetika modern, mengabaikan konteks sejarah dan ingatan kolektif warga kota.
  • Kritik ini bertujuan mengingatkan pembangunan kota agar tetap berlandaskan sejarah dan identitas lokal Palembang.

SuaraSumsel.id - Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang kembali menuai sorotan. Sejumlah kalangan menilai pembaruan kawasan ikon kota tersebut tidak sekadar menyangkut tampilan visual, tetapi menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni hilangnya makna historis dan identitas ruang publik yang telah melekat puluhan tahun.

Bundaran Air Mancur Palembang sejak lama dikenal sebagai salah satu ikon kota yang memiliki sejarah dan makna filosofis bagi warga. Kawasan ini bukan hanya penanda ruang publik, tetapi juga bagian dari ingatan kolektif masyarakat Palembang. Sejarah Bundaran Air Mancur Palembang inilah yang kemudian menjadi sorotan ketika revitalisasi dilakukan, karena perubahan fisik dinilai berpotensi mengaburkan makna yang telah hidup selama puluhan tahun.

Kritik terhadap revitalisasi Bundaran Air Mancur muncul karena perubahan dinilai terlalu menitikberatkan aspek estetika modern, sementara konteks sejarah dan simbolik kawasan kurang mendapatkan perhatian memadai.

Bagi sebagian pemerhati sejarah dan tata kota, Bundaran Air Mancur bukan sekadar simpang jalan dengan elemen dekoratif. Ia adalah penanda perkembangan Palembang sebagai kota besar, sekaligus simbol keterikatan kota ini dengan unsur air sebagai sumber kehidupan dan peradaban.

Baca Juga:Palembang Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Sumsel

Perubahan bentuk dan konsep tanpa narasi sejarah yang jelas dikhawatirkan membuat ruang publik tersebut kehilangan makna kultural, terutama bagi generasi yang tumbuh dengan Bundaran Air Mancur sebagai bagian dari identitas kota.

Selain itu, revitalisasi dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek ingatan kolektif warga. Ruang publik yang memiliki nilai historis seharusnya tidak hanya diperbarui secara fisik, tetapi juga dirawat maknanya agar tetap relevan lintas generasi.

Di satu sisi, modernisasi kota merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan. Penataan ulang ruang publik penting untuk menjawab tantangan lalu lintas, kenyamanan, dan estetika perkotaan masa kini. Namun di sisi lain, modernisasi yang mengabaikan konteks sejarah berisiko memutus hubungan emosional antara warga dan kotanya.

Dalam banyak kasus, revitalisasi ruang bersejarah justru berhasil ketika perubahan fisik berjalan seiring dengan pelestarian nilai dan cerita yang melekat pada tempat tersebut. Tanpa pendekatan ini, revitalisasi mudah dipersepsikan sebagai proyek visual semata.

Kritik terhadap revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang sejatinya bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan. Kritik ini lebih sebagai pengingat agar pembangunan kota tetap berpijak pada sejarah dan identitas lokal.

Baca Juga:Liburan Lebih Praktis, Kartu Debit Bank Sumsel Babel Temani Perjalanan di Italia

Bundaran Air Mancur bukan hanya milik masa kini, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang Palembang. Setiap perubahan idealnya memperkaya makna, bukan justru mengaburkannya.

Di tengah geliat pembangunan perkotaan, perdebatan soal Bundaran Air Mancur menunjukkan bahwa warga Palembang masih memiliki kepedulian kuat terhadap ruang publik dan sejarah kotanya—sebuah modal penting dalam membangun kota yang berkelanjutan dan berkarakter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini