- Pemerintah Kota Palembang akan menutup total Jembatan Ampera pada 4 dan 5 April 2026 untuk uji coba Car Free Night dan Day.
- Selama penutupan, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Musi 4 dan Musi 6 sebagai rekayasa antisipasi.
- Program ini bertujuan menciptakan ruang publik sehat dan produktif dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan UMKM setempat.
SuaraSumsel.id - Warga Palembang perlu bersiap menghadapi perubahan lalu lintas pada awal April 2026. Pemerintah Kota Palembang memastikan akan menutup total Jembatan Ampera selama pelaksanaan uji coba Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD), sebuah langkah yang diklaim sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Uji coba ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 4 April 2026 untuk CFN, serta Minggu pagi, 5 April 2026 pukul 05.30 hingga 09.00 WIB untuk CFD. Dalam rentang waktu tersebut, Jembatan Ampera yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga akan disterilkan dari seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, selama kurang lebih 3,5 jam.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto menegaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak penutupan tersebut. Arus kendaraan yang biasanya melintasi Ampera akan dialihkan ke Jembatan Musi 4 dan Jembatan Musi 6. Masyarakat diminta untuk menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan di titik-titik peralihan arus.
“Ini masih tahap uji coba. Kami akan melihat efektivitasnya di lapangan, termasuk dampaknya terhadap lalu lintas dan partisipasi masyarakat. Jika berjalan lancar, akan dilanjutkan dengan peluncuran resmi pada 11 hingga 12 April 2026,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga:5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
Penutupan Ampera merupakan bagian dari skenario besar penataan ruang publik di Palembang, yang membentang dari kawasan Flyover Jakabaring hingga Simpang Charitas atau kawasan Cinde.
Sepanjang jalur ini, masyarakat akan diberi ruang untuk beraktivitas tanpa gangguan kendaraan bermotor mulai dari olahraga, kegiatan komunitas, hingga geliat pelaku UMKM lokal.
Aparat kepolisian juga turut mengawal pelaksanaan kegiatan ini. Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengimbau masyarakat untuk mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan demi kelancaran bersama.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini, terutama dalam masa uji coba yang masih membutuhkan banyak penyesuaian.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan petugas di lapangan dan mematuhi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan. Ini untuk kepentingan bersama agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” tegasnya.
Baca Juga:Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu
Lebih dari sekadar penutupan jalan, program CFN dan CFD ini membawa misi yang lebih luas. Pemerintah Kota Palembang ingin menghadirkan ruang publik yang tidak hanya sehat, tetapi juga produktif. Kehadiran UMKM di sepanjang rute diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi lokal, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas baru warga kota.
Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin Palembang akan memiliki agenda rutin mingguan yang mampu mengubah wajah kota dari yang semula padat kendaraan menjadi ruang hidup yang lebih humanis.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Penyesuaian perilaku masyarakat, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga konsistensi pengawasan di lapangan akan menjadi penentu apakah kebijakan ini benar-benar bisa berjalan berkelanjutan.
Untuk sementara, satu hal yang pasti: pada 4 dan 5 April 2026, Jembatan Ampera tidak lagi sekadar jalur penghubung, tetapi akan berubah menjadi ruang publik terbuka bagi warga Palembang.