7 Fakta Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang diperdebatkan karena mengintervensi ruang simbolik "Titik Nol" kota.

Tasmalinda
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:16 WIB
7 Fakta Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
bundaran air mancur Palembang yang juga dikenal sebagai titik nol kota ini.
Baca 10 detik
  • Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang diperdebatkan karena mengintervensi ruang simbolik "Titik Nol" kota.
  • Desain baru dengan elemen digital dianggap kurang kontekstual dengan identitas sejarah dan berada di sumbu Masjid Agung.
  • Pemerintah tetap menargetkan proyek tersebut menjadi ikon modern, meskipun kritik menyoroti etika ruang publik dekat masjid.

SuaraSumsel.id - Revitalisasi Bundaran Air Mancur (BAM) yang berada di jantung Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tengah jadi perdebatan publik. Proyek yang dirancang untuk mempercantik wajah kota ini dinilai bukan sekadar soal estetika, tapi menyentuh persoalan makna simbolik ruang publik yang penting.

Berikut tujuh fakta penting yang perlu kamu tahu:

1. Proyek Estetika yang Dipersoalkan Maknanya

Publik dan sejumlah ahli menilai revitalisasi BAM kini dilihat sebagai intervensi ruang simbolik “Titik Nol” kota yang tidak membaca nilai historis dan spiritual kawasan. Revitalisasi ini lebih dari sekadar estetika—tetapi soal makna ruang publik yang sarat nilai sejarah.

Baca Juga:Ketika Dua Wakil Sumsel Berbeda Nasib: Pekan Krusial Sriwijaya FC dan Sumsel United

2. Letaknya Tepat di Depan Masjid Utama

Bundaran Air Mancur Palembang berada tepat di sumbu utama Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, area yang selama ini jadi ruang ikonik dan sarat makna bagi warga kota.

3. Desain Baru Dipandang Kurang Kontekstual

Revitalisasi menghadirkan elemen seperti ornamen digital, air mancur menari, dan tata cahaya artistik yang dinilai kurang kontekstual dengan identitas dan sejarah setempat.

4. Kritik Arsitek soal Bahasa Visual

Baca Juga:Sumsel Dikepung Bencana? Sepanjang 2025 Terjadi 284 Kejadian, Banjir Mendominasi

Menurut kritikus dan akademisi arsitektur yang mengomentari proyek ini, bahasa visual desain justru mengaburkan makna simbolik budaya lokal Palembang—bukan menyampaikan cerita atau identitas asli ruang tersebut.

5. Interpretasi Publik Berbeda dengan Rencana

Masyarakat banyak membaca simbol dalam desain yang berbeda dari maksud perancang. Misalnya, bentuk yang disebut terinspirasi dari motif lokal justru ditafsirkan sebagai teratai, bukan sebagai simbol yang dimaksud.

6. Pemerintah Tetap Targetkan Ikon Baru

Meski dikritik, Pemkot Palembang dan Pemprov Sumatera Selatan tetap menargetkan proyek ini menjadi ikon kota yang modern dan representatif bagi wisatawan.

7. Perdebatan Etika Ruang Publik Muncul

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak