Baca 10 detik
- Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang diperdebatkan karena mengintervensi ruang simbolik "Titik Nol" kota.
- Desain baru dengan elemen digital dianggap kurang kontekstual dengan identitas sejarah dan berada di sumbu Masjid Agung.
- Pemerintah tetap menargetkan proyek tersebut menjadi ikon modern, meskipun kritik menyoroti etika ruang publik dekat masjid.
Kritik bukan hanya soal bentuk, tetapi juga etika penggunaan ruang publik yang kini disandingkan dengan elemen-elemen komersial dan digital di kawasan dekat masjid utama—yang bagi sebagian warga punya nilai sakral.
Perdebatan ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana suatu ruang publik bisa mencerminkan identitas kota tanpa mereduksi nilai historis dan simboliknya.