Sanjo Palembang: Antara Modernisasi dan Warisan Leluhur, Mampukah Bertahan?

Bagi warga Palembang seperti Rohalik (67), lelaki sepuh yang rambutnya telah memutih oleh perjalanan waktu, Besanjo bukan sekadar silaturahim biasa.

Tasmalinda
Rabu, 02 April 2025 | 16:19 WIB
Sanjo Palembang: Antara Modernisasi dan Warisan Leluhur, Mampukah Bertahan?
Sanjo atau bersanjo (silaturahmi) ala Palembang, Sumatera Selatan

Perubahan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah sanjo akan tetap bertahan sebagai warisan budaya, atau perlahan terkikis oleh dinamika sosial yang terus berkembang?

Penelitian yang dilakukan oleh Devi Safitri, Dr. Wijaya, M.Si, Ph.D, dan Sofia Hayati, M.Ag mengungkap bahwa modernisasi dan perkembangan teknologi telah mengubah esensi tradisi sanjo, yang dulunya menjadi sarana utama mempererat silaturahmi.

Dengan pendekatan sosiologis melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, penelitian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai budaya dalam tradisi sanjo mengalami pergeseran dari generasi ke generasi.

Data yang dikumpulkan dari warga Palembang, baik generasi tua maupun muda, menunjukkan bahwa meskipun tradisi ini masih bertahan, cara pelaksanaannya mulai berubah—dari pertemuan langsung yang penuh kehangatan menjadi interaksi yang lebih praktis melalui teknologi digital.

Baca Juga:Debat Paslon PSU Pilkada Empat Lawang Dipindah ke Palembang, Ada Apa?

Hal ini menimbulkan dilema budaya: apakah sanjo akan tetap lestari dalam bentuk aslinya, atau beradaptasi dengan pola komunikasi masa kini?

Sanjo, tradisi turun-temurun yang menjadi momen sakral untuk mempererat silaturahmi saat Idulfitri, kini menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman.

Jika dulu masyarakat dengan antusias berkunjung ke rumah sanak keluarga, tetangga, dan kerabat, kini kebiasaan itu mulai tergerus oleh kemajuan teknologi.

Penelitian menunjukkan bahwa generasi muda semakin jarang menjalankan sanjo secara langsung, lebih memilih mengirim pesan singkat atau sekadar menyapa lewat media sosial.

Pak Hamzah (65), seorang warga senior dari Desa Mariana, mengungkapkan perubahan yang ia rasakan.

Baca Juga:7 Alasan Lebaran di Palembang Selalu Spesial dan Penuh Keunikan

Sanjo atau bersanjo, bersilaturahmi di Palembang, Sumatera Selatan
Sanjo atau bersanjo, bersilaturahmi di Palembang, Sumatera Selatan

"Dulu, kalau Idulfitri, pagi-pagi kami sudah siap berkunjung ke rumah keluarga besar. Sekarang, anak-anak lebih sibuk dengan HP mereka," ujarnya dengan nada lirih.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini