Dari Sawah ke Watt: Transformasi Biomassa Sekam Padi Sebagai Energi Berkelanjutan

Sumatera Selatan (Sumsel) tidak hanya dikenal sebagai provinsi dengan cadangan energi yang besar, namun juga dikenal sebagai daerah lumbung pangan.

Tasmalinda
Minggu, 06 Oktober 2024 | 21:55 WIB
Dari Sawah ke Watt: Transformasi Biomassa Sekam Padi Sebagai Energi Berkelanjutan
Sekam padi yang dihasilkan tmenjadi peluang energi baru terbarukan (EBT) di Sumsel. [ANTARA]

Di kabupaten lumbung padi, Ogan Ilir juga beroperasi pengelolaan padi yang kemudian mengelola sekamnya sebagai energi penggerak di perusahaan. Perusahaan Buyung Poetra Sembada (BPS) yang dikenal sebagai produsen beras telah mengubah sekam padi yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sumber energi biomassa. 

Melansir sejumlah sumber, perusahaan ini ternyata menggiling gabah hingga 500 ton selama musim panen dengan produksi sekam di angka mendekati 20 persen. Dengan jumlah sekam sebanyak itu, perusahaan ini berinisiatif mengubahnya menjadi tenaga listrik yang dipergunakan sebagai penggerak operasional industrinya.

Di bangun tahun 2018, PLTBM Buyung Putra Energi menjadi yang pertama di Sumsel

Dengan keberhasilan ini, Sumsel punya potensi teramat besar menghasilkan listrik dari sekam padi. Berdasarkan penelitian Hutan Kita Institute (HaKI) bersama Sumatera terang untuk energi bersih (STuEB) diketahui potensi besar sekam padi di dua kabupaten penghasil beras yang potensial menyokong energi terbarukan di Sumsel.

Baca Juga:Kemitraan Pertamina dan Masyarakat Banyuasin Wujudkan Perikanan Berkelanjutan

Koordinator Perubahan Iklim dan Transisi Energi HaKI, Boni Bangun mengungkapkan jika sekam padi merupakan hasil akhir dari setidaknya 20 sampai 22 persen berat gabah kering giling (GKG).

Saat Sumsel menghasilkan GKG rata-rata sekitar 2.832.774 ton maka potensi limbah sekam mencapai sekitar 623.210,28 ton.  

“Sekam padi dapat diolah melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” ujarnya belum lama ini.

Proses gasifikasi ini dapat meningkatkan efisiensi konversi energi. “Selain itu sekam padi juga dapat digunakan dalam pembakaran langsung menghasilkan energi panas yang kemudian diubah menjadi listrik,” sambung dia.

Boni mengungkapkan melalui gasifikasi, potensi energi listrik sekam padi di Sumsel bisa mencapai 80,0716 MW. Potensi ini berasal dari dua kabupaten produsen padi terbesar Sumsel, Banyuasin dan OKU Timur. “Di Banyuasin sendiri potensinya 26,0165 MW dan di OKU Timur sebesar 20,2633 MW,” ucapnya.

Baca Juga:Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 Diresmikan di Sumsel

Potensi tersebut diperoleh dari perhitungan jika kabupaten Banyuasin memproduksi padi mencapai 920.413,00  ton, maka sekam padi yang dihasilkan sekitar 202.490,86 ton. Sedangkan Kabupaten OKU Timur dengan produksi padi adalah 716.876 ton maka sekam padi yang dihasilkan sekitar 157.712,72 ton.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini