Pada tahun 2019, sedekah serabi telah menjadi program khusus kabupaten Empatlawang dalam festival sedekah serabi.
“Salah satu langkah pelestarian, Pemkab Empatlawang telah membuat Festival Sedekah Serabi yang dimeriahkan dengan kegiatan seni tradisi seperti dikir, jidur, kuntao dan rejung pada 2019. Sayangnya, ditahun berikut kita dilanda wabah Covid 19. Saya berharap, semoga program baik itu dapat dilanjutkan sehingga sedekah serabi dapat menjadi ikon budaya dan wisata Empatlawang”, seru Vebri bersemangat.
Kepala Dinas Pariwisata Dan Budaya Kabupaten Empat Lawang, Jhon Heri menyatakan bahwa sedekah serabi tak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Empat Lawang.
“Selaku Kepala Dinas tentu kami akan memrioritaskan sedekah serabi dalam program pelestarian kebudayaan Empatlawang. Kami pun sudah berusaha agar kearifan lokal dapat diajarkan di sekolah melalui kurikulum merdeka”, kata Jhon Heri.
Baca Juga:Sederet Pejabat Pangkat Irjen Dan Komjen Berpeluang Jabat PJ Gubernur Sumsel: Ada Mantan Kapolda
Ketua Lembaga Adat Sulton menyatakan masyarakat Empat Lawang patut berbangga karena memiliki kearifan lokal yang luhur seperti sedekah serabi.
“Sedekah serabi adalah kearifan lokal yang dibuat oeh para puyang. kearifan yang selalu mengajak kita untuk selalu bersyukur dan mengingat yang Maha Kuasa,” ujar mang Sulton.
Selaku ketua adat, Sulton telah membuat program-progra pelestarian adat dan seni budaya.
“Kami sudah mencoba menggerakkan program pelestarian adat sedekah serabi dan kesenian seperti dikir, jidur dan tradisi lisan di beberapa dusun di Empatlawang”, pungkas Sulton.
Baca Juga:Kakak Adik Mawardi Yahya Dan Ridho Yahya Bakal Beradu di Pilgub Sumsel