Ekspor CPO Telah Dilarang, Minyak Goreng Curah Masih Kosong di Pasar Tradisional Palembang

Minyak goreng curah masih sulit dicari di pasar-pasar tradisional di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Tasmalinda
Selasa, 10 Mei 2022 | 10:25 WIB
Ekspor CPO Telah Dilarang, Minyak Goreng Curah Masih Kosong di Pasar Tradisional Palembang
Ilustrasi - minyak goreng curah. Meski ekspor CPO dilarang, minyak goreng curah masih langka di pasar tradisional Palembang, Sumsel. (8/10/2019). (Dok ANTARA)

SuaraSumsel.id - Meski Pemerintah telah memutuskan melarang mengekspor minyak goreng dan produk turunan termasuk CPO, namun ketersediaan minyak goreng curah di pasar tradisional masih langka.

Kekosongan tersebut terjadi sebelum lebaran Idul Fitri 2022. Kekosongan stok minyak goreng curah terjadi di Pasar Palimo Palembang. Dari pantauanSuara.com, berjejer drum minyak goreng curah kosong di depan toko sembako.

"Minyak goreng curah kosong, gak ada dari sebelum lebaran ini," ujar Agung, karyawan toko sembako di Pasar Palimo saat ditanya stok minyak goreng.

Tak hanya di Pasar Palimo, kelangkaan minyak goreng curah juga terjadi di Pasar Sekip Ujung Palembang. Salah satu pemilik toko sembako, Endang (37) mengaku selama Ramadan persediaan minyak goreng curah sulit Ia peroleh dibandingkan minyak goreng kemasan.

Baca Juga:Curhat Istri di Sumsel yang Laporkan Suami ke Polisi Karena Berselingkuh: Layangan Putus Versi ASN Protokol

"Minyak kemasan banyak, malah yang curah kosong sekarang. Selama ramadan sudah mulai kosong," ujarnya kepada Suara.com, Senin (9/5/2022).

Saat mencari stok minyak goreng curah, Endang sempat mendapat tawaran dari perantara penjual tangan kedua dengan harga Rp16.000 per kilogram. Namun dirinya tak mengambil tawaran tersebut lantaran modalnya terlalu mahal.

"Kalau belinya segitu nanti saya jual di harga berapa nanti. Biasa jual Rp14.000 per kilogram itu pun untung seribu dua ribu," jelasnya.

Kekosongan stok tersebut dikatakan Endang memang tidak tersedia pada agen tangan pertama di Pasar Jakabaring Palembang. "Saya ambil dari Jakabaring, di sana juga kosong. Barangnya gak ada sekarang," lanjutnya.

Langkanya minyak goreng curah saat ini membuat Endang bertanya-tanya kenapa Indonesia bisa mengalami kodisi tersebut padahal tergolong penghasil sawit terbesar di dunia.

Baca Juga:Kronologis Pipa GAS Meledak di Prabumulih Sumsel, Suami Istri Jadi Korban

"Kita ini penghasil sawit terbesar di dunia, tapi sayangnya kita ini mengalami kelangkaan. Bingung ini" paparnya.

"Kita sebagai pedagang ini juga bingung kalau pembeli komplain harga minyak tinggi. Gimana kami mau jual murah, dari tangan pertama saja sudah tinggi," pungkasnya.

Kontributor: Melati Putri Arsika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak