Pelari Pria Pakai Gandik di Palembang, Budayawan Kecam dan Ingatkan Soal Tradisi

Seorang pelari pria mengenakan gandik pada acara Ramadhan Run Palembang, memicu perhatian publik dan perbincangan luas.

Tasmalinda
Rabu, 18 Maret 2026 | 08:59 WIB
Pelari Pria Pakai Gandik di Palembang, Budayawan Kecam dan Ingatkan Soal Tradisi
Pemakaian gandik oleh pelari Ramadhan Run menuai kecaman
Baca 10 detik
  • Seorang pelari pria mengenakan gandik pada acara Ramadhan Run Palembang, memicu perhatian publik dan perbincangan luas.
  • Budayawan Palembang menegaskan bahwa gandik adalah atribut khusus perempuan, sementara laki-laki menggunakan tanjak dalam tradisi Melayu.
  • Fenomena ini menyoroti perlunya edukasi mengenai penggunaan atribut budaya agar makna simbol tradisional tetap terjaga.

SuaraSumsel.id - Sebuah pemandangan tak biasa muncul di Ramadhan Run Palembang—pelari pria mengenakan gandik, atribut yang selama ini identik dengan perempuan. Momen ini sontak menyita perhatian, bukan hanya di lokasi acara, tetapi juga memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.

Di tengah suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan, detail kecil itu justru berubah menjadi sorotan besar. Sebagian peserta dan penonton mungkin melihatnya sebagai bentuk kreativitas atau cara memeriahkan acara. Namun di sisi lain, kalangan budayawan menilai fenomena ini tidak bisa dianggap sepele.

Dalam tradisi Melayu Palembang, gandik merupakan hiasan kepala yang secara khusus dikenakan oleh perempuan. Sementara laki-laki memiliki atribut tersendiri, yakni tanjak. Perbedaan ini bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari simbol dan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Budayawan Palembang, Vebri Alintani, menegaskan bahwa penggunaan atribut adat perlu disertai pemahaman yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan makna.

Baca Juga:Sinergi Bank Sumsel Babel dalam Mudik Gratis 1447 H, Perkuat Layanan Publik untuk Masyarakat

“Gandik itu penutup kepala untuk perempuan, biasanya dikenakan oleh wanita. Untuk laki-laki, penutup kepala tradisionalnya adalah tanjak,” ujar Vebri.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan masih adanya kekurangan edukasi terkait penggunaan atribut budaya, terutama ketika unsur tradisi dihadirkan dalam kegiatan modern seperti event olahraga.

Reaksi pun bermunculan. Sejumlah budayawan mengecam penggunaan gandik oleh pelari pria karena dinilai berpotensi mengaburkan nilai-nilai budaya yang selama ini dijaga. Mereka mengingatkan bahwa simbol budaya tidak bisa dilepaskan dari konteks dan peruntukannya.

Di sisi lain, Ramadhan Run tetap berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan warga yang memadati sepanjang rute untuk menyaksikan para peserta berlari di malam hari. Event ini pun menjadi bagian dari semarak Ramadan di Kota Palembang.

Namun di balik kemeriahan tersebut, diskusi tentang budaya justru menjadi lebih mencuat. Fenomena ini membuka ruang refleksi yang lebih luas: ketika budaya dibawa ke ruang publik modern, apakah maknanya masih dijaga, atau justru mengalami pergeseran?

Baca Juga:Daftar SPKLU Sumbagsel 2026: 64 Lokasi Charger di Sumsel, Jambi & Bengkulu Didukung Listrik Andal

Bagi banyak pihak, kejadian ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar atribut visual. Ia adalah identitas yang mengandung nilai, sejarah, dan makna yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Ramadhan Run mungkin hanya berlangsung satu malam, tetapi perbincangan tentang gandik dan tanjak berpotensi berlangsung lebih lama. Dari sinilah muncul kesadaran bahwa menjaga budaya bukan hanya soal melestarikan bentuknya, tetapi juga memahami makna di baliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak