facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Video Diduga Kelompok TKI Diterlantarkan di Pulau Geronggang, Ini Kata Polisi

Tasmalinda Senin, 09 Mei 2022 | 20:50 WIB

Viral Video Diduga Kelompok TKI Diterlantarkan di Pulau Geronggang, Ini Kata Polisi
Diduga kelompok Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diterlantarkan di Pulau Geronggang, Rantau Perapat [Ist]

Kelompok Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ditelantarkan oleh agen penyalur di sebuah lokasi disebutkan Pulau Geronggang.

SuaraSumsel.id - Video viral diduga Kelompok Tenaga Kerja Indonesia atau TKI yang ditelantarkan oleh agen penyalur di sebuah lokasi yang disebutkan di Pulau Geronggang. Beberapa dugaan menyebutkan jika lokasi tersebut berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Dalam potongan video yang tersebar pada Minggu (8/5/2022) oleh akun Tiktor @TeukuUmri, seorang wanita merekam kondisi teman-temannya yang sedang duduk di pohon bakau.

Terhitung kurang lebih 10 orang dalam video tersebut. "Kami di buang di tempat ini, nah, entah apa nama tempat ini kami pun gak tau," ujar perekam video tersebut.

Terdengar sautan kecil dari seorang pria di dalam video tersebut setelah wanita perekam menjelaskan kondisi mereka. "Pulau Geronggang, Rantau Prapat," ucapnya.

Baca Juga: Kronologis Pipa GAS Meledak di Prabumulih Sumsel, Suami Istri Jadi Korban

Wanita tersebut kembali mengulang lokasi yang disampaikkan rekannya. "Kami masih di Pulau Geronggang, Rantau Prapat. Kami ini bukan binatang loh, kami ini manusia," lanjut wanita yang merekam.

Dia pun mengungkapkan kekesalan terhadap agen yang menelantarkannya. Dari penjelasannya, pada lokasi tersebut hanyalah sebagian kecil dari calon TKI yang sengaja ditelantarkan.

"Tengok seberapa bejat itu tekong, tengok. Ini kami baru sebagian, yang banyak belum di sini. Entah dimana-mana yang banyaknya, gak tau dimana," jelasnya.

Ia pun menceritakan saat sampai di lokais tersebut pada pukul 1 malam. Mereka tahu nama lokasi tersebut dari seorang nelayan yang sedang melintas.

"Ini pulau, pulau bakau entah apa. Kami sampai disini pukul 1 malam, dan sekarang kami baru sampai di tepi pantai ini. Sampai tepi pantai kami jumpa sama nelayan yang mengambil kayu bakau," sampainya.

Baca Juga: Tidak Berlakukan WFH, ASN di Sumsel Tetap Masuk Hari Pertama Usai Libur Idul Fitri 1443 Hijriah

Dari nelayan tersebut mereka mengetahui kalau masih berada di Indonesia. "Di situlah kami tanya, bapak itulah yang mengatakan tempat ini masih di Indonesia, masih di Sumatera," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait