- PLN telah menyiapkan 83 unit SPKLU di 64 lokasi di Sumbagsel untuk dukung mudik Lebaran 2026.
- Sebaran SPKLU mencakup jalur strategis di Sumsel, Jambi, Bengkulu, termasuk tujuh titik di rest area tol.
- Pasokan listrik Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu dipastikan aman dengan daya mampu melebihi beban puncak.
SuaraSumsel.id - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) semakin matang. PLN memastikan perjalanan pemudik yang menggunakan mobil listrik kini jauh lebih aman dan nyaman, seiring bertambahnya jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tiga provinsi.
Hingga 2026, tercatat terdapat 64 lokasi SPKLU dengan total 83 unit charger yang tersebar di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Sebaran ini tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau jalur strategis lintas kabupaten hingga rest area tol yang menjadi rute utama pemudik.
Di Sumatera Selatan, SPKLU tersebar di berbagai wilayah penting yang menjadi simpul mobilitas masyarakat. Di antaranya berada di unit layanan PLN seperti Kayu Agung, Mariana, Pendopo, Muara Enim, Lahat, Lubuklinggau, Baturaja, hingga Prabumulih. Selain itu, sejumlah titik juga berada di kawasan Palembang dan sekitarnya yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pergerakan kendaraan.
Keberadaan SPKLU di wilayah-wilayah tersebut sangat krusial karena menjadi jalur penghubung utama antar daerah di Sumatera Selatan. Dengan demikian, pengguna kendaraan listrik tidak lagi bergantung pada satu titik pengisian, melainkan memiliki banyak alternatif sepanjang perjalanan.
Baca Juga:Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
Di Provinsi Jambi, jaringan SPKLU juga terus berkembang dan kini telah tersedia di berbagai wilayah seperti Kota Jambi, Muara Bungo, Bangko, Kuala Tungkal, Sarolangun, hingga Sungai Penuh dan Tebo. Sebaran ini memperkuat jalur lintas tengah Sumatera yang selama ini menjadi salah satu rute padat saat musim mudik.
Sementara itu di Provinsi Bengkulu, SPKLU telah menjangkau wilayah Kota Bengkulu, Curup, Manna, Mukomuko, hingga Arga Makmur. Kehadiran fasilitas ini memperluas akses kendaraan listrik hingga ke jalur barat Sumatera, yang sebelumnya masih terbatas.
Yang menjadi perhatian utama menjelang mudik adalah keberadaan SPKLU di jalur tol. PLN mencatat terdapat tujuh titik SPKLU yang ditempatkan di rest area Tol Trans Sumatera, termasuk di sejumlah kilometer strategis seperti KM 269, KM 277, KM 306, hingga KM 311. Lokasi ini menjadi titik vital karena memungkinkan pengisian daya tanpa harus keluar dari jalur utama, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Selain dari sisi sebaran lokasi, PLN juga menyiapkan infrastruktur pengisian yang beragam. Dari total 83 unit charger, terdapat kombinasi ultra fast charging, fast charging, dan medium charging yang memungkinkan pengguna memilih jenis pengisian sesuai kebutuhan perjalanan, baik untuk pengisian cepat saat mudik maupun pengisian reguler di dalam kota.
Di tengah meningkatnya konsumsi listrik selama Ramadan dan Idulfitri, PLN memastikan kondisi pasokan listrik di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu berada dalam kondisi aman. Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID S2JB, Wahyudi, menyebut daya mampu pembangkit mencapai 5.212 MW, sementara beban puncak diperkirakan hanya 1.709 MW.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Dukung Program Mudik Lebaran Masyarakat Bangka Belitung Bersama TNI Angkatan Laut
“Secara sistem, pasokan listrik di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu berada dalam kondisi aman. Sistem juga didukung transfer daya 1.000 MW serta cadangan daya sekitar 2.503 MW,” ujar Wahyudi, Senin (16/3/2025).
Untuk memastikan keandalan tersebut selama periode siaga Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, PLN juga menyiagakan 3.213 personel yang tersebar di 55 posko siaga dan 26 posko mudik. Dukungan peralatan seperti genset, UPS, unit gardu bergerak, hingga kendaraan operasional juga disiapkan guna mengantisipasi gangguan di lapangan.

Dengan kombinasi antara jaringan SPKLU yang semakin luas, sebaran lokasi yang menjangkau jalur mudik, serta sistem kelistrikan yang surplus, penggunaan kendaraan listrik di Sumbagsel kini semakin siap untuk menghadapi lonjakan mobilitas Lebaran 2026.
Masyarakat pun kini tidak lagi perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan, karena titik pengisian telah tersedia di berbagai wilayah strategis. Transformasi menuju kendaraan listrik di Sumatera bagian selatan pun semakin nyata, didukung oleh infrastruktur yang terus berkembang dan kesiapan sistem energi yang andal.