Antrean Panjang Kendaraan Makin Sering Terjadi di SPBU, Bahan Bakar Solar Langka di Sumsel?

Antrean panjang kendaraan berbahan bakar solar makin sering terjadi di SPBU di Sumatera Selatan.

Tasmalinda
Rabu, 23 Maret 2022 | 07:05 WIB
Antrean Panjang Kendaraan Makin Sering Terjadi di SPBU, Bahan Bakar Solar Langka di Sumsel?
Ilustrasi solar langka di SPBU. Di SPBU Sumsel, antrean panjang kendaraan telah terjadi sejak awal tahun. [SuaraSulsel.id/Muhammad Yunus]

SuaraSumsel.id - Antrian panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) makin sering terjadi di Sumatera Selatan.

Seperti yang terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani, Plaju, Palembang, antrean panjang mulai dari mobil pribadi hingga truck harus menggular hingga ke jalan karena mengantre BBM jenis solar

Hal ini karena pengendara beralih ke Solar, karena harga solar non subsidi seperti Dexlite sudah tiga kali mengalami kenaikan sejak awal tahun.

Harga solar subsidi, terus meroket dan membuat pemilik kendaraan makin beralih membeli solar subsidi.

Baca Juga:Sindikat Industri Solar Oplosan di Sumsel Terbongkar, Omzet Rp1,8 Miliar Per Hari

Bukan cuma kendaraan angkot atau kendaraan barang saja yang antre beli solar namun juga banyak kendaraan mewah ikut mengantre beli solar subsidi.

"Iya pasokan solar dikurangi, kapasitas dispenser 30 ton per hari tapi kini cuma dipasok 16 ton per hari dari awalnya 24 ton," kata pemilik SPBU Ahmad Najib, Selasa (22/3/2022).

Dia mengatakan 16 ton solar ini tidak cukup melayani kebutuhan BBM kendaraan karena biasanya sore hari solar sudah habis.

"Paling lama juga menjelang malam sudah habis, padahal SPBU beroperasi 24 jam," katanya.

Dia berharap pasokan solar bisa ditambah agar bisa memenuhi permintaan konsumen karena antusias konsumen tinggi.

Baca Juga:BMKG: Prakiraan Cuaca 21 Maret 2022, Sumsel Berawan hingga Dini Hari Disertai Hujan Ringan

Diakui Najib banyak kendaraan rela antre lama beli solar karena Dexlite sudah dua kali naik sejak awal tahun dari semula dibandrol Rp 9.700 per liter pada Januari naik jadi Rp 12.400 per liter.

REKOMENDASI

News

Terkini