Pesona Kabupaten Lahat dengan 1.000 Air Terjun

Kabupaten Lahat memiliki 1.000 air terjun sebagai pesona wisata di Sumatera Selatan

Tasmalinda
Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:29 WIB
Pesona Kabupaten Lahat dengan 1.000 Air Terjun
Air terjun di Lahat [ist]

Setelah pemutaran film Si Pahit Lidah maka air terjun Bidadari dibanjiri wisatawan dari penjuru Kabupaten Lahat dan Sumatera Selatan. Hal ini tentu membawa berkah bagi masyarakat Desa Karang Dalam sehingga tercipta destinasi wisata kuliner Jagungan, wisatawan dapat menikmati jagung rebus setelah berwisata di air terjun.

Saat ini untuk mengunjungi air terjun Bidadari, Sebahak dan Terlatang yang merupakan air terjun ke-4, 5 dan 6 tidaklah sulit karena telah ada jalan setapak, sehingga untuk mencapai air terjun Bidadari dari desa dengan sepeda motor kurang dari 5 menit dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 15 menit.

 Setiba di air terjun Sebahak, terdapat pemandangan yang cantik dengan air terjun berair jernih dengan tinggi sekitar 5 meter dan lebar hingga 10 meter serta lubuk dengan luas sekitar 10 meter berkedalaman hingga 1,5 meter.

Dengan lubuk seperti ini sangat nyaman untuk berenang dan bermain air. Di sekitar air terjun ditumbuhi banyak pepohonan sehingga terasa sangat sejuk.

Baca Juga:Stok Beras di Sumsel Mencukupi Sampai 6 Bulan ke Depan

Untuk menikmati empat air terjun lainnya yaitu air terjun Sumbing, Ujan Panas, Pandak dan Bidadari dapat dilakukan dengan berjalan kaki dari desa ke sungai Asam.

Nama air terjung sumbing karena terdapat patahan di bagian dinding atas air terjun yang konon sebagai jalur lintasan ular naga, kemudian menyusuri sungai Asam lagi untuk sampai di air terjun Ujan Panas.

Air terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter dan dibawahnya terdapat lubuk dengan luas sekitar 10 meter. Disebut air terjun Ujan Panas karena di air terjun ini sering terlihat pelangi seperti ketika hujan di siang hari dan muncul pelangi.

Dari air terjun Ujan Panas menuju air terjun Pandak dengan jarak sekitar 100 meter harus mendaki tebing dengan berpegangan dengan akar-akar pohon karena belum ada akses jalan di tepi sungai Asam. 

Baca Juga:Sumsel Perjuangkan Pempek Diakui UNESCO

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini