alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Heboh Temuan Emas Kuno di Sungai Musi, Arkeolog Ungkap Penyebabnya

Tasmalinda Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:09 WIB

Heboh Temuan Emas Kuno di Sungai Musi, Arkeolog Ungkap Penyebabnya
Kapal-kapal pencari benda-benda kuno di Sungai Musi [ANTARA]

Kepala Balai Arkeolog mengungkapkan penyebab mengapa temuan marak terjadi pada dua dekada terakhir.

SuaraSumsel.id - Temuan emas-emas kuno di Sungai Musi makin ramai di perbincangkan publik. Setelah belakangan, media asing menyoroti mengenai penemuan emas tersebut yang diduga berasal dari peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan besar maritim dengan terori perbatasan di Laut Cina Selatan, termasuk Sungai Musi dan aliran delapan sungai lainnya di Sumatera Selatan.

Temuan-temuan ini bahkan disebut sebagai harta karun dari kerajaan ternama tersebut. Selain di Sungai Musi, kawasan pesisir Timur Sumatera Selatan, tepatnya di kabuappaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga menjadi daerah "pemburu" atau pencari emas-emas kuno tersebut.

Kepala Balai Arkeologi Sumsel, Budi Wiyana menyatakan temuan mulai marak pada 1986 hingga sekarang.

Baca Juga: Pensiun Polisi Polda Sumsel Jadi Korban Hipnotis, Uang Rp3 Juta Raib

Pada tahun 2007 hingga 2012, penelitian memusatkan perhatiannya ke Karang Agung, kabupaten Musi Banyuasin.

Pada 2013 hingga saat ini, para Arkeolog lebih menjorok ke pantai Timur Sumsel, yakni wilayah Cengal, Tulung Selapan dan Air Sugihan dengan beragam temuan yang memperkuat penelitian.

Temuan barang-barang kuno di Sungai Musi [ANTARA]
Temuan barang-barang kuno di Sungai Musi [ANTARA]

“Untuk Sriwijaya, ada dua hipotesa yang mendukung, yakni Sriwijaya muncul dari pedalaman (darat), yakni setelah Megalitikum (pra sejarah), saat Pasemah meninggalkan peradaban yang kemudian menjorok ke laut. Bisa juga Sriwijaya muncul berupa masyarakat laut yang membangun peradabannya dan bercampur dengan masyarakat lokal,” ujarnya.

Pada 1980-an, Provinsi Sumsel menjadi tujuan program transmigrasi dengan membuka lahan-lahan baru. Perkampungan yang dibangun juga mengikuti alur sungai yang sudah terbentuk secara alami atau sengaja dibuat sebagai sarana transportasi dan kebutuhan pertanian dan kehidupan masyarakatnya.

Namun Budi Wiyana menegaskan agar penemuan tersebut terlebih dahulu diteliti, apakah benar di tahun yang sama dengan perkembangannya kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga: Perdagangan Bayi di Palembang Terungkap, dan 3 Berita Populer di Sumsel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait