alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kick Off Food Estate di Sumsel, Mentan: Target Kita Ekspor, Gertak Tekan Impor

Tasmalinda Jum'at, 28 Mei 2021 | 12:34 WIB

Kick Off Food Estate di Sumsel, Mentan: Target Kita Ekspor, Gertak Tekan Impor
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan [YouTube] Kick Off Food Estate di Sumsel, Mentan: Target Kita Ekspor, Gertak Tekan Impor

Kick Off Food Estate berlangsung di kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (28/5/2021).

SuaraSumsel.id - Program Food Estate Sumatera Selatan mulai dilaksanakan. Pemerintah Provinsi atau Pemprov pun telah menggelar Kick Off Food Estate, Kamis (28/5/2021). 

Kick Off Food Estate berlangsung di kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan dihadiri Menteri Pertanian atau Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Dalam sambutannya, Mentan Syahrul mengajak elemen pemerintah daerah, termasuk kelompok tani guna berkomitmen melaksanakan Food Estate sebagai semangat petani bela negeri. Food Estate ditargetkan akan mampu menembus pasar ekspor dan menekan impor pangan di Indonesia.

Menurut Mentan, baru pada tahun ini, terutama menghadapi lebaran, gejolak harga hingga berujung impor masih bisa dikendalikan. Dalam sejarah 20 tahun terakhir, impor bisa ditekan terutama dalam menghadapi lebaran kemarin, seperti pada komoditas bawang putih hingga daging.

Baca Juga: Mulai Juli, Jembatan Keramasan Palembang Ditutup Enam Bulan

"KIta harus komit dan yakin, Food Estate mampu menggerakkan sektor ekonomi paling dasar di desa. Setelah desa bergerak, kecamatan maju, provinsi juga bagus, hingga pangan Indonesia tetap terjaga. Bisalah, kita gertak-gertak dikit untuk tidak impor," ujarnya di hadapan para kepala daerah dan unsur muspida Sumsel.

Menurut Mentan, Pertanian bukan hanya soal makan, namun juga ada ekonomi paling dasar di pedesaaan yang memberi hidup rakyat keseluruhan. Saat pandemi ini, misalnya dua sektor yang menjadi solusi, yakni aspek kesehatan dan mencukupi kebutuhan makanan melalui ketersediaan pangan.

Di pandemi saat ini pula, tenaga kerja di bidang pertanian meningkat. Pada saat ini, sudah ada 44 juta penduduk yang bergerak di sektor pertanian, yang mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 38 juta penduduk.

Sumatera Selatan mencatat masuk sebagai enam provinsi penyangga pangan Indonesia, meski sekarang daerah provinsi produsen pangan bertambah sembilan provinsi.

Namun menurut Mentan, saat produksi pangan Sumsel meningkat maka bisa ekspor ke provinsi lain yang ada minus namun tidak minus sekali.

Baca Juga: Promosi Mayjend Dudung Abdurachman Dikaitkan dengan Taufik Kiemas saat di Palembang

"Food Estate, menunjukkan merdeka optimalisasi menghadapi kemerdekaan pangan. Kasih lihat Indonesia, bagaimana Sumsel bertanam agar orang Indonesia masih bisa menjaga pangan. Ekspor pun harus jelas, misalnya komoditas food estate yang diperbaiki dari hilir dan ke hulu," sambung ia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait