Kata Kemas Ali, versi pertama menceritakan bahwa ada pejabat tinggi, seperti halnya Raja atau Sultan yang ingin menyebarang dari ilir ke ulu Palembang.
Dari kawasan Ilir Palembang, sang petinggi tersebut menuju kawasan Ulu Palembang. Namun sayangnya, kawasan ulu tidak terdapat tangga, sehingga diambil tangga di kawasan ilir Palembang.
"Karena tangga di ilir Palembang ini, sudah diambil dan diletakkan di ulu, maka itu kawasan ilir Palembang tidak memiliki tangga. Itu kenapa di kawasan ilir Palembang akhirnya disebut Tangga Buntung," kata ia.
Makna Tangga Buntung lebih berarti pada tangga yang hilang, tangga yang lepas, atau tangga yang patah. "Suatu kondisi, tangga tersebut sudah tidak lagi berada di kawasan tersebut," terang ia.
Baca Juga:Sejak Masa Sriwijaya, Sumsel Terkenal dengan Tiga Jenis Lada Ini
Namun cerita rakyat lainnya mengenai Tangga Buntung berasal dari adanya kehilangan tangga atau dermaga di kawasan tersebut.
"Mana versi cerita rakyat yang benar antara keduannya, tentu belum bisa dipastikan. Karena cerita rakyat ini sifatrnya diceritakan dari orang-orang tua dan cerita ini tergantung atau sangat subjektif pada si pembuat cerita," pungkas ia.
Kemarin Minggu (12/4/2021), polisi melakukan pengerebekkan di kawasan tersebut.
Pengerebekkan yang dilakukan pagi hari ini termasuk metode yang cukup berubah dari waktu pengerebekan sebelumnya. Sebelumnya, polisi lebih memilih menggerebek kawasan yang terkenal sebagai sarang narkoba ini pada malam hari.
Pengerebekkan pada pagi hari tersebut mengamankan 65 warga yang berasal dari empat lorong di kawasan tersebut. Polisi menyebutkan kampung narkoba karena memang sulit memberantas peredaran narkoba di kawasan tersebut bahkan disebut terdapat oknum yang melindungi kawasan tersebut.
Baca Juga:Gerebek Kampung Narkoba Tangga Buntung, Brimob Polda Sumsel Diturunkan