SuaraSumsel.id - Kementrian Agama sudah menerbitkan surat edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 2021. Surat edaran ditandatangani Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Dalam surat edaran tersebut diketahui, waktu paling lama dilakukan ceramah dan tausiyah yakni selama 15 menit.
Dilansir dari website Kementrian Agama, Kemenag.go.id, Selasa (6/4/2021), surat edaran bertujuan memberikan panduan ibadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus mencegah dan mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari resiko covid 19.
Surat edaran berisikan 11 point yang dipandu salah satunya mengenai lamanya waktu ceramah dan tausiyah.
Berikut isi panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 03 tahun 2021:
Baca Juga:Sumsel Siapkan 278.483 ha Proyek Food Estate hingga Tahun 2022
1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama
2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;
4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:
a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musaala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.
Baca Juga:Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Diperiksa Kasus Masjid Sriwijaya
b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.
- 1
- 2