Sebelum berangkat ke Pontianak, Yoga sempat meminta istrinya memakai baju putih. Sedangkan anak-anaknya diminta memakai baju Yoga.
Saat itu, Sugito tidak tahu mengapa permintaan tersebut diajukan.
"Enggak tahu kenapa," kata Sugito.
Sesaat sebelum kejadian nahas tersebut, istri Yoga juga masih sempat berkontak dengan suaminya.
Baca Juga:Sriwijaya Air Jatuh, Pemain Persebaya Aryn Williams Galang Dana bagi Korban
"Sekitar jam 13.00 WIB, mereka berangkat ke Pontianak (dari Jakarta). Nah selang beberapa menit, hilang kontak. Serempak dengan itu, kan di dalam pesawat, ponsel dimatikan," kata Sugito.
Akhirnya, ketika tiba di Pontianak, mereka diberi kabar dari rekan kantor Yoga di Pontianak bahwa di dalam data manifest Sriwijaya Air yang hilang kontak, tertera nama Rion Yogatama.
![Vivi, istri Yogi penumpang Sriwijaya Air asal Lubuklinggau [Renaldi/suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/10/67350-vivi-istri-yogi-penumpang-sriwijaya-air-asal-lubuklinggau-renaldisuaracom.jpg)
Sembari menunggu kabar, keluarga pun berangkat ke Jakarta pada Sabtu malam (9/1) dan diberi penginapan oleh maskapai Sriwijaya Air, walau akomodasi ke Jakarta mereka tanggung dari kocek pribadi.
Hingga pada Senin (11/1) keluarga Yoga pun datang ke RS Polri untuk mengonfirmasi data fisik ante mortem milik Yoga.
Sugito mengatakan keluarga berharap pihak Rumah Sakit dapat memberi kejelasan mengenai kabar Yoga yang sebenarnya.
Baca Juga:Polri Klaim Siap Beri Pendampingan Maksimal Keluarga Korban Sriwijaya Air
"Harapannya supaya cepat ketemu, cepat dikubur lah dengan baik-baik," kata Sugito. (ANTARA)