facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selain Jumputan dan Songket, Sumsel Juga Ada Kain Kawai Kanduk OKU Selatan

Tasmalinda Senin, 16 November 2020 | 07:39 WIB

Selain Jumputan dan Songket, Sumsel Juga Ada Kain Kawai Kanduk OKU Selatan
Kain Kawai Kanduk OKU Selatan [Facebook Pesona Sriwijaya]

Sumsel kaya akan kekayaan kain khas daerah.

SuaraSumsel.id - Kekayaan kain tradisional di Sumatera Selatan memang sangat beragam. Selain jumputan, songket, blongsongan hingga angkingan, Sumatera Selatan juga memiliki kain kawai kanduk.

Kain ini berasal dari Kabupaten OKU Selatan.

Saat mengunjungi Desa Sukabumi, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, Ketua Dekrasnada Sumatera Selatan, Feby Deru mengungkapkan kain OKU Selatan ini ialah kekayaan kain Sumatera Selatan lainnya. Karena itu, sangat perlu dilestarikan dan dipromosikan guna menjadi produk unggulan.

“Sangat diperlukan promosi bagi kain-kain tradisional di Sumsel. Karena memang Sumsel, kaya akan kain diproduksi masyarakat lokal, itu kekayaan daerah,” katanya dalam keterangan persnya saat kunjungan akhir pekan lalu.

Baca Juga: Pemalak Remaja Kini Terjerat Undang-Undang Peredaran Narkotika

Pembuatan kawai kanduk diawali dengan pembentukkan pola motif, yang kemudian menyulam benang emas, lalu ditenun hingga membordinya.

Kain Kawai Kanduk OKU Selatan [Facebook Pesona Sriwijaya]
Kain Kawai Kanduk OKU Selatan [Facebook Pesona Sriwijaya]

"Kain indah dengan berbagai motif dan coraknya seperti aneka dedaunan, burung walet, burung merak, burung merpati, juga ada yang mencirikan 9 suku di Kabupaten OKU Selatan yang menandakan bahwa kain kawai kanduk adalah benar milik daerah ini," jelasnya.

Pembina pengrajin kain kawai kanduk, Isyana Loneta Popo Ali telah mendaftarkan kain kawai kanduk dengan Hak Kekayaan Intelektual.

Kain kawai kanduk bukan hanya digunakan sebagai busana adat, atau pelengkap, namun juga menjadi dekorasi hiasan rumah, seperti sarung bantalan kursi, taplak meja, dan hiasan dinding.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad: Umat Harus Bisa Mengganti Produk Buatan Prancis

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait