Pabrik Aspal Berbahan Karet di Muba Beroperasi, Ini Manfaatnya Bagi Sumsel

Di Musi Banyuasin telah dibangun pabrik aspal yang dicampur dengan karet lateks.

Tasmalinda
Selasa, 27 Oktober 2020 | 08:10 WIB
Pabrik Aspal Berbahan Karet di Muba Beroperasi, Ini Manfaatnya Bagi Sumsel
Bupati Dodi Alex Noerdin saat memperlihatkan aspal berbahan karet (dok. kominfo Muba)

SuaraSumsel.id - Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru menyatakan pabrik aspal karet berbasis latek dinyakini bisa memberi keuntungan bagi Sumatera Selatan. Pertani karet di Sumatera Selatan mengelola luasan karet mencapai 1,3 juta hektare dengan produksi mencapai 978.661 ton karet kering.

Dalam 1 ton campuran aspal panas bisa dimanfaatkan hampir 60 kilogram karet atau berkisar 7%.

“Memang hanya 7% (campurannya), namun kita jangan melihat dari satu segmen saja. Karena ini salah satu alternatif membuka peluang petani. Kita menginginkan, karet untuk bahan baku aspal ini tidak bergantung pada harga internasional,” katanya, Senin (26/10/2020) seperti yang dilansir dari Fornews.

Pemprov Sumsel dan Pemkab Musi Banyuasin atau Muba juga berencana kebijakan pencampuran aspal karet masuk dalam e-katalog pembangunan jalan.

Baca Juga:Sempat Deg-Degan, Aldi Taher Resmi Menikahi Selebgram Palembang

Dengan kata lain, harga karet tersebut tetap dan tidak akan berfluktuasi. “Kita sepakat akan membuatnya menjadi e-katalog. Jadi karet ini kita buat memiliki harga tetap,” tuturnya.

Ia pun menyarankan, guna menjaga eksistensi pabrik pengolahan aspal karet tersebut, terdapat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab atau Pemkot lainnya.

“Sinergitas itu harus ada. Aspal harus digunakan untuk jalan-jalan di Sumsel khususnya, karena ini berorientasi pada perekonomian para petani karet kita,” tegas Herman Deru.

Bahkan, HD akan membuat regulasi agar aspal karet tersebut digunakan juga oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi untuk melakukan perbaikan ruas jalan provinsi di Sumsel.

“Termasuk juga saya akan mengajak Bupati dan Wali Kota di Sumsel untuk turut menggunakannya,” tutupnya.

Baca Juga:Sedih! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Tempat Sampah, Kaki dan Tangannya Lecet

Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, inovasi pengolahan aspal tersebut sudah dikembangkan sejak dua tahun ini.

“Setelah itu kami bergerak cepat untuk menerapkan inovasi itu. Pengolahan yang selama ini ada di Bogor dan Lampung, kita pindahkan ke Muba. Apalagi Muba ini memiliki 300 ribu hektare lahan karet,” tuturnya.

Menurutnya, ada empat keuntungan dari aspal karet ini. Aspal karet ini dapat bermanfaat berbagai aspek ekonomi masyarakat. Karena bahan baku diambil dari petani langsung sehingga mengakibatkan harga karet akan semakin baik.

“Dari sisi teknis, walaupun harganya mahal tapi umur jalannya dua kali lipat lebih awet. Aspal karet juga kedap air. Tingkat kelenturannya bagus untuk daerah rawa seperti di Sumsel. Dari sisi bisnis pun demikian. Para pengembang mendapatkan harga kepastian dan bahan baku melimpah,” terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak