alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengenal Pencak Silat Mencak Basemah Pagaralam yang Masih Lestari

Tasmalinda Selasa, 27 Oktober 2020 | 07:49 WIB

Mengenal Pencak Silat Mencak Basemah Pagaralam yang Masih Lestari
Pencak silat Mencak Basemah Pagaralam (TimesIndonesia)

Pencak silat Mencak Basemah yang terlestarikan hingga saat ini.

SuaraSumsel.id - Budaya pencak silat Paguyuban Mencak Basemah Pagaralam di Sumatera Selatan masih terlestarikan hingga kini.

Di bawah binaan Ketua Paguyuban Mencak Pagaralam, Markus, tradisi budaya asli ini terus dikenalkan.

Ketua Paguyuban Mencak Pagaralam Markus mengatakan kegiatan pertunjukkan ini sebagai upaya mempertahankan eksistensi budaya, sehingga muncul antusias generasi muda kembali mengenal dan belajar Mencak Besemah sebagai bekal perlindungan diri.

“Mencak adalah salah satu seni gerak yang berhubungan dengan beladiri, olahan jiwa dan raga yang dikemas dalam suatu gerakan indah dan bisa difungsikan untuk membela dan mempertahankan diri dari serangan orang lain,” ujarnya, Minggu (25/10/2020) seperti yang dilansir dari TimesIndonesia.

Selain melakukan latihan rutin, Paguyuban Mencak juga turut meramaikan Pagelaran Seni Mencak yang dihelat Gedung Juang bersama perguruan pencak silat Mencak Besemah Pagaralam yang diketuai oleh Bapak Rudi Hariadi.

Pada kesempatan penampilan di pagelaran seni kearifan lokal tersebut, sebagai salahsatu bukti eksistensi paguyuban serta para perguruan mencak yang ada di Kota Pagaralam.

Dalam pagelaran ini ditampilkan berbagai jurus dan atraksi dari masing-masing peguruan. Terdapat penampilan tunggal, berpasangan dan penampilan dengan menggunakan senjata pisau kembar serta trisula.

Di sisi lain, pertunjukkan kearifan lokal lewat pementasan Mencak juga sejalan dengan amanat Undang Undang No.5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Salah satu objek pemajuan kebudayaan adalah olahraga tradisional dan mencak termasuk bagiannya,” katanya.

Mencak pada dahulunya dilakukan di tempat tempat yang tertutup dan jauh dari keramaian, seperti di hutan dan di gunung.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait