Karena Pandemi, Pengerajin Gerabah Tak Lagi Pekerjakan Karyawan

Situasi pandemi mempengaruhi pendapatan pengerajin gerabah di Palembang.

Tasmalinda
Selasa, 06 Oktober 2020 | 09:41 WIB
Karena Pandemi, Pengerajin Gerabah Tak Lagi Pekerjakan Karyawan
Pemilik usaha gerabah di Palembang, Yoyo Kartana (59) (Rio/suara.com)

SuaraSumsel.id - Situasi pandemi juga berimbas pada sektor kerajinan di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satunya, ialah pengerajin gerabah di Jalan Taqwa Mata Merah, Lorong Keramik, Kelurahan Sei Selincah, Kalidoni, Kota Plembang.

Salah satu pengerajinnya ialah Dede Sarimana. Karena pandemi covid 19 ini, ia tidak lagi memperkerjakan karyawan. Hal itu dilakukan guna menekan biaya operasional yang harus ditutupi sementara penghasilan menurun tajam.

“Sebenarnya pot juga tidak banyak dipesan, paling 30 pot dalam sebulan. Walaupun begitu Alhamdulillah sejauh ini masih ada yang beli. Usaha ini juga masih bisa bertahan di tengah pandemi karena kami menggunakan tabungan kami,” ungkapnya, Senin (5/10/2020).

Ia juga telah beberapa kali mengajukan untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai atau BLT dari pemerintah. Kendati begitu, hingga kini belum juga mendapatkan bantuan untuk usaha terdampak Covid-19 tersebut.

Baca Juga:Prof Yuwono : Saran ke Gubernur Sumsel Kejar Tes 1.000 Orang/Hari

 “Sepi permintaan penjualan gerabah (kendi, celengan ayam, dan wadah tembuni) sejak pandemi ini. Anjloknya sampai 50 persen selama delapan bulan ini,” ujarnya.

Istri dari Yoyo Kartana (59) menambahkan biasanya dalam sebulan itu penghasilannya mencapai Rp 5 juta. Namun, kini penghasilan gerabah hasil buatan tangan mereka hanya mengantongi Rp 2,5 juta sebulannya.

“Dari pemasukan sekarang ini, itu belum dipotong untuk pembelian kayu bakar hingga tanah liat. Beli itu (tanah liat) Rp 1 juta satu truk, sedangkan kayu bakar sekitar Rp 300.000,” kata Sarimana.

Tahun pandemi ini merupakan kondisi terburuk yang pernah mereka rasakan. Karena itu, mereka terus memutar otak agar usahanya yang telah dilakukan sejak 1987 silam itu tetap beroperasi.

Dia menambahkan kondisi saat ini memang lebih baik dibanding pada Mei sampai Juni 2020 lalu. Pasalnya, selama tiga bulan itu seluruh gerabah hasil buatannya tersebut tidak ada yang memesannya.

Baca Juga:Potensi Ekonomi dan Pekerjaan, IMK Sumsel Perlu Dikembangkan

“Jadi numpuk semua di rumah. Pokoknya saat awal puasa sampai lebaran benar-benar kosong,” tutup ia.

Kontributor : Rio Adi Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak