Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Video Sebut Mencium Mushaf Al Quran Bid'ah, Begini Kata Kyai Marzuqi

M Nurhadi Kamis, 23 Juli 2020 | 09:47 WIB

Viral Video Sebut Mencium Mushaf Al Quran Bid'ah, Begini Kata Kyai Marzuqi
(nu.or.id)

"Mohon, umat jangan dibodohi. Rasul tidak pernah cium mushaf, lha gimana nyium mushafwongbelum ada mushaf (zaman Rasul)," ujar Kyai Haji Marzuqi Mustamar.

SuaraSumsel.id - Sebuah potongan video viral di lini masa media sosial. Pasalnya, dalam video tersebut, salah seorang penceramah mengatakan bahwa mencium Al Quran adalah bid'ah atau tidak dicontohkan oleh Rasulullah.

"Kenapa dicium? Untuk apa dicium? Gak ada contoh dari Rasulullah, Gak ada contoh dari sahabat," ujar penceramah yang mengenakan baju berwarna putih tersebut.

Tidak lama berselang, salah satu akun Twitter yang turut menyebarkan potongan video tersebut, @sayidmachmoed juga mengunggah potongan video Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Kyai Haji Marzuqi Mustamar.

Dalam video itu, KH. Marzuqi Mustamar meminta kepada masyarakat agar tidak perlu ambil pusing terkait ada yang mem-bid'ahkan mencium mushaf Al Quran.

"Para jamaah warga NU, ada postingan orang sambil pegang mushaf sambil bilang gak perlu habis baca Al Quran dicium-cium. Gak ada dalilinya, gak ada contoh, Nabi gak pernah melakukan dan sebagainya," ujarnya dalam video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut.

Lebih lanjut, KH Marzuqi juga menyampaikan, belum ada mushaf Al Quran semasa Nabi Muhammad SAW berdakwah.

"Mohon, umat jangan dibodohi. Rasul tidak pernah cium mushaf, lha gimana nyium mushaf wong belum ada mushaf (zaman Rasul)," ujarnya lagi.

Ia juga melanjutkan, mushaf Al Quran baru ada di zaman sahabat Abu Bakar Ash-Sidiq. DImana saat itu baru ada satu mushaf, kemudian di zaman sahabat Usman bin Affan, mushaf diperbanyak menjadi 6 mushaf.

"Dari enam mushaf, dikirim ke kota-kota, Mesir, Mekkah, Madinah, Basra, Syam. Dari sanalah kemudian umat Islam menyalin hingga sampai ke Indonesia. Jadi, Nabi tidak mencium mushaf bukan karena membid'ahkan. Tapi memang karena di zaman Beliau belum ada mushaf. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait