- Pemerintah Kota Palembang belum memastikan tanggal berakhirnya Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa akibat kualitas udara yang fluktuatif.
- Wali Kota Palembang menyatakan kebijakan sekolah tatap muka bergantung pada pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
- Dinas Pendidikan mempertimbangkan kebijakan fleksibel serta opsi perubahan jam masuk sekolah berdasarkan kondisi udara di masing-masing wilayah.
SuaraSumsel.id - Orang tua siswa di Palembang masih harus bersabar. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa TK, SD hingga SMP belum bisa dipastikan kapan berakhir karena kualitas udara akibat kabut asap masih berubah-ubah.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan keputusan untuk mengembalikan pembelajaran tatap muka tidak bisa hanya berdasarkan satu kali pengukuran kualitas udara. Pemerintah akan melihat perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sekaligus kondisi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak. “ISPU tidak sehat 174, di mana pada pagi hari sangat tidak sehat. Makanya kita akan kaji dari ISPU, dari ISPA sehingga akan menjadi kebijakan akan datang seperti apa kelanjutannya,” kata Ratu Dewa, Selasa (15/9/2026).
Jadi, kapan anak boleh kembali sekolah?
Untuk saat ini belum ada tanggal pasti kapan siswa TK, SD dan SMP di Palembang kembali belajar tatap muka. Pemkot Palembang masih melihat perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu. Kondisi pada pagi hari juga menjadi perhatian karena kualitas udara dapat berubah sepanjang hari.
Ratu Dewa menyebut kondisi ISPU masih fluktuatif, bahkan dapat bergerak dari kategori tidak sehat hingga mendekati berbahaya. Karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka kembali sekolah ketika kondisi udara belum benar-benar stabil.
Artinya, berakhirnya PJJ bukan berdasarkan hitungan berapa hari sejak aturan diterapkan, melainkan menunggu kondisi lingkungan dan kesehatan anak lebih aman.
ISPU di bawah 200 jadi salah satu patokan
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang Saiful Fadly menyebut sekolah dapat kembali normal apabila kualitas udara di wilayah sekolah menunjukkan ISPU di bawah 200. “Kalau kualitas udara di wilayah tersebut di bawah 200 pada hari tersebut, sekolah bisa normal lagi,” kata Saiful.
Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh sekolah di Palembang otomatis langsung melakukan pembelajaran tatap muka.
Baca Juga: Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
Kondisi udara di sekitar masing-masing sekolah tetap menjadi pertimbangan. Ini membuka kemungkinan adanya perbedaan kebijakan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya apabila kualitas udara tidak merata.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Affan Prapanca juga mengatakan evaluasi dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, ada wilayah sekolah yang kondisi udaranya tidak separah kawasan lainnya. Sekolah yang berada di lokasi dengan kualitas udara lebih baik berpeluang mendapatkan izin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas apabila persyaratan terpenuhi.
Dengan pola tersebut, kebijakan PJJ ke depan berpotensi menjadi lebih fleksibel.
Sekolah di kawasan dengan kualitas udara masih buruk tetap menjalankan pembelajaran dari rumah, sementara sekolah di wilayah yang dinilai lebih aman dapat dipertimbangkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Bukan hanya melihat angka ISPU
Persoalan kesehatan anak juga menjadi pertimbangan penting.
Berita Terkait
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi