- Anggota Polri berinisial WP ditahan karena diduga membunuh ibu kandungnya di Kabupaten Siak pada Oktober 2026.
- Polda Riau sedang melakukan observasi kejiwaan mendalam terhadap WP yang memiliki riwayat gangguan skizofrenia.
- Kompolnas meminta peningkatan pengawasan psikologis personel, sementara WP terancam sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.
SuaraSumsel.id - Kasus anggota Polri berinisial WP (37) yang diduga menghilangkan nyawa ibu kandungnya, Farida Hanum (64), di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, memasuki perkembangan baru. Selain menjalani proses penyidikan pidana, anggota polisi yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau tersebut kini menjalani observasi kejiwaan.
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengungkapkan WP memiliki riwayat gangguan kejiwaan berupa skizofrenia dan pernah menjalani pengobatan rutin. Namun, kondisi medis tersebut masih harus dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga profesional untuk mengetahui keadaan terkini.
Kasus ini juga mendapat perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Lembaga tersebut meminta Polda Riau memperkuat pengawasan psikologis, pembinaan mental, serta fasilitas konseling bagi anggota kepolisian.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Riau, AKBP dr Parluhutan Sitindaon, menjelaskan pemeriksaan terhadap WP tidak cukup dilakukan melalui wawancara singkat. Menurut dia, hasil pemeriksaan psikiatri membutuhkan observasi langsung oleh dokter spesialis kejiwaan sebelum kondisi yang bersangkutan dapat disimpulkan.
WP diketahui memiliki rekam medis gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan rutin di rumah sakit jiwa hingga Oktober 2025.
Meski demikian, pihak Biddokkes belum menyampaikan kesimpulan mengenai kondisi kejiwaan WP saat ini. Pemeriksaan masih diperlukan untuk menentukan kondisi medis sekaligus memastikan kemampuan yang bersangkutan menjalani proses hukum.
Kapolda Tegaskan Proses Pidana Tetap Berjalan
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat membenarkan bahwa WP telah ditahan di Polda Riau. Menurut Arman, penyidik masih mendalami perkara tersebut. Observasi kejiwaan dilakukan bersamaan dengan proses penyidikan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi mental anggota polisi tersebut.
Kapolda juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan motif kejadian berdasarkan informasi mengenai riwayat gangguan kejiwaan maupun persoalan keluarga. Informasi bahwa WP kerap meminta uang kepada ibu kandungnya juga belum dapat dipastikan sebagai motif dugaan tindak pidana tersebut.
Baca Juga: Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan kematian Farida.
Perkembangan kasus ini turut mendapat perhatian Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim. Yusuf menyampaikan pihaknya masih berkoordinasi dengan Polda Riau untuk meminta klarifikasi mengenai informasi riwayat gangguan kejiwaan dan perawatan medis WP.
Ia menilai pengawasan psikologis dan pembinaan mental personel kepolisian perlu diperkuat, terutama ketika ditemukan indikasi gangguan yang membutuhkan penanganan medis.
Menurut Yusuf, program perawatan bagi anggota Polri sebenarnya telah tersedia. Namun, langkah pencegahan melalui pengawasan psikologis dan pembinaan mental perlu menjadi perhatian.
Ia juga menekankan pentingnya menyediakan ruang konseling secara intensif bagi personel yang membutuhkan pendampingan.
Sorotan Kompolnas tersebut membuka perhatian lebih luas mengenai mekanisme deteksi dini dan pendampingan kesehatan mental di lingkungan kepolisian.
Berita Terkait
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Terungkap Peran 3 Pelaku Begal Polisi di Palembang, Ada yang Tusuk dan Ambil Kunci Motor
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi
-
Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah
-
Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data