- Pemerintah dan DPRD Kota Palembang mendorong kebijakan pembelajaran fleksibel berdasarkan angka ISPU di tiap sekolah pada 15 September 2026.
- Angka ISPU Kota Palembang yang mencapai 209 dan 2.222 kasus ISPA pada anak membuat pembelajaran jarak jauh tetap dipertimbangkan.
- Dinas Pendidikan Kota Palembang menyatakan sekolah di wilayah berudara lebih baik berpeluang menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.
SuaraSumsel.id - Pertanyaan apakah siswa di Palembang akan kembali masuk sekolah dan belajar tatap muka pada Selasa, 15 September 2026, mulai muncul di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Namun, peluang sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka ternyata tidak akan ditentukan dengan satu kebijakan yang berlaku sama untuk seluruh wilayah Kota Palembang.
Pemerintah dan DPRD Kota Palembang kini mendorong kebijakan yang lebih fleksibel dengan melihat kondisi kualitas udara di sekitar masing-masing sekolah. Salah satu patokan yang menjadi perhatian adalah angka Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang Saiful Fadly mengatakan sekolah berpeluang kembali menggelar pembelajaran tatap muka jika kualitas udara di wilayahnya berada pada angka ISPU di bawah 200. “Kalau kualitas udara di wilayah tersebut di bawah 200 pada hari tersebut, sekolah bisa normal lagi. Maka data soal ISPU harus riil setiap hari,” kata Saiful usai rapat koordinasi terkait PJJ, Senin (14/9/2026).
ISPU Palembang Masih 209
Meski demikian, kondisi udara Palembang pada Senin masih belum sepenuhnya memungkinkan seluruh sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka.
Saiful menyebut angka ISPU Palembang masih berada di angka 209 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut membuat pembelajaran jarak jauh atau PJJ masih menjadi pilihan bagi sekolah yang berada di kawasan dengan kualitas udara buruk.
Dengan demikian, keputusan apakah siswa akan kembali belajar tatap muka atau tetap daring akan melihat perkembangan kualitas udara terbaru di wilayah sekolah.
Ini menjadi perubahan penting dari pola PJJ sebelumnya. Jika sebelumnya kebijakan belajar dari rumah diterapkan secara luas untuk melindungi siswa dari paparan asap, ke depan sekolah berpeluang menerapkan kebijakan berdasarkan kondisi udara di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional
Sekolah yang berada di kawasan dengan udara masih buruk dapat tetap menjalankan PJJ. Sementara satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan kualitas udara lebih baik berpeluang mendapatkan izin untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas.
DPRD bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan pihak terkait mendorong agar kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar sekolah secara harian.
2.222 Anak Dilaporkan Terdampak ISPA
Selain angka ISPU, kondisi kesehatan siswa juga menjadi pertimbangan penting. Dalam rapat koordinasi, Saiful menyebut terdapat peningkatan kasus ISPA pada siswa. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, sebanyak 2.222 anak dilaporkan terdampak ISPA akibat kondisi kabut asap dan karhutla.
“Data dari Dinas Pendidikan ada peningkatan signifikan, 2.222 anak yang terdampak ISPA akibat karhutla,” katanya.
Data tersebut menjadi alasan pemerintah tidak ingin terburu-buru mengembalikan seluruh siswa ke pembelajaran tatap muka.
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional
-
Taksi Listrik di Palembang Dipersoalkan, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh